...
Untung saja aku belum mengutarakan niatku untuk serius dengannya, kalau sudah, mungkin akan lebih kecewa lagi.
...
Meskipun begitu, terkadang aku masih terbayang kebersamaan bersamanya sebelum hal itu terjadi. Mengingat setiap menit kebersamaan kita, walaupun hanya sebentar, setiap kita bertemu selalu membuatku senang, kamu pun begitu. Janji, aku pernah berjanji padamu, setiap pertemuan kita, aku akan membelikanmu makanan kesukaanmu. Es krim, itu yang aku janjikan kepadamu. Kamu pun senang, dan aku wujudkan ketika bertemu. Aku sedikit iseng dengan membelikanmu 2 gelas es krim sekaligus, dan aku bilang ke kamu harus habiskan semua, dengan nada bercanda. Kamu pun tertawa manis, walau aku tau kamu agak sebal dengan ulahku itu, tetap saja kamu iyakan.
Kamu pernah ngambek ke aku, hanya karena masalah yg kecil. Aku meminta maaf, dan memberikan sedikit "sogokan" akan membelikan es krim lagi ketika kita bertemu lagi. Kamu langsung minta 7 ke aku dan aku mengiyakan asal kamu gak ngambek lagi. Sungguh sangat menyebalkan, namun aku tetap senang, karena setelah itu, kamu kembali tersenyum ceria.
Tapi itu hanya janji yang tidak mungkin ditepati lagi, karena sekarang kamu pun menjauh, pergi bersama dia yang kamu pilih. Janji, hanya tinggal janji.
Aku bercerita tentang kita kepada sahabatku. Dia malah tertawa, ya memang kejadian itu lucu sekaligus membingungkan dan mengecewakan, aku akui. Walau begitu, hanya dialah yang bersedia mendengarkan ceritaku setelah kedua orangtuaku, beruntungnya diriku.
Dia bilang, bahwa artinya dia bukan yang terbaik buat kamu, santai saja, karena ketika sudah waktunya pun, kamu akan menemukan jodohmu. Aku mengiyakan, walaupun berat. Setidaknya aku terus berfikir, karena sebelumnya juga ortuku mengatakan hal yang sama. Roda kehidupan kadang memang seperti itu, kamu harus sabar, itulah yang ada di pikiranku sekarang.
Kekecewaan, kesedihan, penyesalan, semua perlahan aku olah menjadi semangat, sabar dan berfikir positif kembali. Yah, walaupun sedikit waktu, bayangan tentang kebersamaan kita itu terlintas, tapi aku tidak akan terus menyesalinya, karena walaupun kamu sudah mengecewakan, tidak bisa mengalahkan kebahagiaan ketika kita masih berdekatan.
Kamu sudah berjalan kedepan dengan pacarmu sekarang. Aku juga, berjalan kedepan, tapi tidak sendiri. Dibelakangku ada kedua orangtuaku, adikku, sahabatku dan rekan-rekanku yang selalu memberikanku semangat. Kita bersama-sama sudah melangkah ke jalan kita masing-masing.
Kalaupun nanti kita dipertemukan kembali, dengan kondisi sedih maupun senang. Aku akan menyambutmu dengan tangan terbuka dan hati yang lapang. Karena aku mulai sekarang akan berusaha ikhlas atas semuanya. Demi kebahagiaan kita.
Januari, terima kasih. Walau ini awal yang buruk, aku akan tetap bangkit, berdiri, berjalan, lalu berlari.
(End)
Januari 2019, awal tahun baru. Mereka yang diluar sana entah kenapa sangat menikmatinya, mereka sangat bersuka cita, dan masing-masing mempersiapkan resolusinya untuk tahun ini. Aku? Tidak melakukan itu.
Karena aku memulainya dengan membawa sebuah tanda tanya berujung kekecewaan yang mendalam. Mungkin bagi yang lain ini sepele, tapi aku tidak mau meremehkan hal sepele, karena jika terus terulang, bukan lagi sepele, melainkan serius. Sangat serius, sampai akhirnya aku pun tidak sempat menyusun resolusi untuk tahun yang baru.
Cinta? Ya, itu dia masalahnya. Berawal dari bercanda, pada akhirnya timbul rasa nyaman, lalu tiba" dia menghilang, tak ada kabar, bahkan pesanku pun tak dia hiraukan.
Kejadian itu bermula dari bulan Desember akhir tahun lalu, ketika tiba-tiba dia seperti ditelan bumi, hilang dan susah dihubungi. Ya, awalnya memang kita dari awal pun sudah berjarak, hanya sebulan sekali sejak bulan Oktober tahun 2018 kita bertemu. Tapi melalui pesan whatsapp, kita selalu bercanda tawa, saling support dan saling menghibur.
Sekitar tanggal 20 Desember, mulai ada yang aneh darinya, mulai dari jarang balas pesan, chatku pun hanya dia baca, sampai akhirnya chatku sendiri hanya ceklis dua yang berarti hanya terkirim, tidak dia baca. Aku berusaha berfikir positif, mungkin dia sedang sibuk, karena waktu itu memang dekat akhir tahun dan mulai tgl 22 Desember sampai 25 Desember adalah libur yang lumayan lama. Sehingga mungkin saja menjelang "closing book", jadi dia sibuk. Maklumlah, sebagai kaki tangan manager, dia termasuk orang yang sibuk.
2 Januari, aku mencoba menghubunginya lagi. Tetap tidak dibalas. Aku mulai merasa ada yang aneh, kenapa? Ada apa? Aku pun bingung sendiri dibuatnya. Aku terus menghubungi dia, menanyakan kabar, memberinya semangat untuk bekerja, dan hal semacamnya. Tetap tidak ada balasan.
4 Januari, malam, sekitar pukul 9 malam, aku mencoba menghubungin via Whatsapp lagi, menanyakan kabarnya, dan dia membalas. Tapi dari balasannya, aku mulai yakin ada yang aneh, karena dia membalas seperti kepada orang yg baru dia kenal, kaku, tak seperti biasanya. Tapi, aku masih senang karena akhirnya dia membalas pesanku. Sampai akhirnya aku bertanya masalah kenapa dia tidak membalas pesanku selama ini? Apakah aku ada salah yg tidak aku sadari? Apakah ada hal lainnya?, tapi dia tidak merespon lagi.
5 Januari. Aku makin penasaran dengan kenapa dia bersikap seperti itu. Seorang temanku menyarankan untuk coba saja menelponnya, dan aku mengiyakan. Aku memberanikan diri menelponnya, berharap mendapat jawaban atas apa yg membuat aku penasaran selama ini. Awalnya gagal, namun kesempatan kedua aku berhasil tersambung. Aku kaget, karena yang bicara adalah seorang COWOK!
Aku berusaha untuk tetap tenang dan bertanya, apakah "S" ada? Dia bertanya balik, ada urusan apa? Aku membalas, mau ngobrol sebentar boleh? Lalu dia bertanya lagi, ngobrol soal apa? Aku pun bingung, ini siapa? Apakah kakaknya? Setahuku dia gak punya kakak laki-laki, dan gak mungkin juga itu bapaknya, karena suaranya seperti suara laki-laki berumur 20-30an tahun.
Aku menjawab ada suatu hal yang saya mau sampaikan, sebentar. Dia terus bertanya, iya soal apa? Aku makin yakin, mungkinkah orang ini penyebabnya? Aku terus menjawab jawaban yang sama, lalu dia tiba-tiba bilang dengan nada lumayan tinggi, "kamu gatau dengan siapa kamu bicara?", dari sini aku mulai mendapat titik terang, sepertinya memang orang ini penyebabnya dia berubah. Aku menjawab, "enggak, dengan siapa saya bicara?"
Lalu, cowok itu memberikan hp ke dia, yang coba aku hubungi selama ini. Aku kaget dengan pernyataannya, ternyata yang tadi adalah PACARNYA! Seketika aku bingung, cepat sekali dia bergandengan dengan cowok lain. Aku pun tetap tenang menjawab seadanya, dan mohon maaf, lalu berpamitan, menutup telponku.
Kenapa? Kenapa dia gak jujur saja dari awal kalau dia dekat dengan cowok lain selain aku? Apa karena jaga perasaan? Ataukah memang dari awal dia mau diajak jalan itu hanya kasian denganku? Entahlah, aku tak tahu alasan yang sebenarnya. Aku pun tak punya lagi keberanian untuk bertanya, rasanya sudah dikecewakan, dibohongi, merasa sangat bodoh sekali karena terlalu cepat menilai, kalau dia pun merasakan perasaan yang sama denganku.
Januari ini, yang seharusnya menjadi bulan yang spesial karena bertepatan juga dengan bulan ulang tahunku, ternodai dengan perasaan kecewa yang teramat sangat. Untung saja aku belum mengutarakan niatku untuk serius dengannya, kalau sudah, mungkin akan lebih kecewa lagi.
Coba bikin artikel aahh....
Generasi 90,
91, 92, dan mungkin juga 93 sama 94 mulai baper. Ya maklum sih, mereka yang
lahir di tahun-tahun itu emang masuk ke ranah “ngebet” nikah, apalagi yang udah
lama banget pacaran. Terus ngomongin masalah nikah, gak lepas dari yang namanya
resepsi pernikahan kan? Entah itu konsepnya sederhana, maupun first class kaya nikahannya Raffi Ahmad
yang bikin para calon pengantin dan yang pengen segera nikah pada baper. Oke
itu gak terlalu penting, tapi persepsi kita yang namanya hari bahagia perlu
dirayakan? Ya gak? Nah pastinya ketika lo nikah, bakal ngundang banyak orang
kan? Tapi lo pernah amati gak sih, ada beberapa tipe orang ketika datang ke
undangan nikah kerabatnya, atau someone
like, errr.... ex maybe? Nah, disini gue bakal coba bahas mengenai
tipe-tipe orang yang datang ke undangan nikah, ini dia listnya:
Gue suka bingung, sebenarnya untuk menulis di blog atau di suatu website yang benar itu seperti apa sih? kalau dulu zaman sekolah, gue diajarin untuk menulis dengan gaya EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan. Gue coba menerapkan hal itu di beberapa artikel yang gue tulis, dan pembacanya pun sedikit. Gue coba iseng untuk share ke beberapa sosmed. Yah, lumayan lah mulai banyak yang baca, dan rekor gue sejauh ini sampai 100an pembaca, dan artikel yang gue angkat tentang pengalaman pribadi.
Terus gue iseng bikin artikel tentang cinta, gak cinta sih sebenarnya, lebih ke patah hati (dan sayangnya itu pengalaman gue.... lagi *baper). Pembacanya kembali ke angka puluhan, bahkan satuan. Terus gue coba bikin artikel opini, yah mungkin aja artikel yang gue angkat emang selama ini dirasa gak berkualitas sih, walaupun redaksional (or yang gue maksud itu tata bahasa) gue udah termasuk dalam kelas EYD.
Akhirnya gue makin penasaran, terus gue iseng-iseng cari deh lewat si mbah Google, dan si mbah pun memberikan beberapa referensi mengenai membuat artikel yang baik dan benar. Lalu, harusnya seperti apa sih membuat artikel yang baik dan benar? Gue coba kupas sedikit demi sedikit tentang hal tersebut.
Entah kenapa saya ingin menulis tentang ini
melody, merupakan sekumpulan nada-nada yang mempunyai ritme teratur, dan terdengar indah.
mungkin saya memang bukan anak seni, tapi yang saya rasakan dengan mendengar alunan indah dari alat musik, terkadang saya pun ikut terhanyut kedalamnya.
Irama yang teratur, dengan timing/tempo yang berubah-ubah, membuat sebuah melody yang indah dan mempesona.
Buka laptop, buka local disk D, buka folder "games", buka folder "new folders", buka lagi folder PPSSPP, dan klik dua kali ke aplikasi PPSSPP, lalu enjoy the game.
Eits, ini bukan semacam tutorial untuk apapun itu ya, ini hanya beberapa langkah yang biasa saya lakukan ketika hendak membuka emulator PSP. Apaan itu? yak, betul sekali! (padahal ga ada yang jawab juga, halah). PSP merupakan suatu console keluaran Sony Playstation yang merupakan versi portable dari PS itu sendiri. Bentuknya memang seperti console gameboy, namun dengan grafik yang lebih baik dari gameboy.
Penampakan game console PSP