Curhatan Mahasiswa Tingkat Akhir: Kost-Kostan Memasuki Masa Tenggang
By Rizki Hardi , Jumat, 10 Juli 2015 10:22:00 PM
huyaaaaaa....
pada akhirnya saya memasuki fase dimana seorang mahasiswa memasuki gerbang auditorium untuk meraih gelar sarjananya harus dihantam dengan banyak ujian-ujian yang sungguh luar biasa!
Itulah mahasiswa tingkat akhir, dan ketika fase ini pula masalah-masalah yang lain (selain akademik maksudnya) mulai bermunculan. Contohnya saja masa tinggal di kosan yang hampir mencapai batas waktu yang telah ditentukan.
Kost-kostan atau kontrakan atau yang lebih kerennya bisa disebut boarding house atau markasnya para mahasiswa perantauan (atau apalah sebutannya terserah, yang penting intinya tempat tinggal anak perantauan, gampang kan?) merupakan rumah kedua kita, para mahasiswa, ketika dalam masa studi. Biasanya kost-kostan atau kontrakan memiliki keunikannya masing-masing, contohnya kalau di kosan saya itu banyak sekali penghuninya, yang saya maksud ya sama-sama makhluk hidup, jadi jangan mikir yang macam-macam lah ya. Pernah suatu ketika, seekor kodok keluar dari lubang drainase di kamar mandi, kucing yang nyelonong masuk ke kamar, kadal yang mungkin dia kepanasan diluar jadinya membutuhkan tempat berlindung dengan masuk kamar kosan lewat jendela, sampai tawon yang menganggap kamar kosan saya itu wilayah kekuasaannya, bener-bener rame pokoknya.
Ciri khas lain juga biasanya terlihat dari bangunannya dan kamarnya. Kalau di kosan saya yang tinggal beberapa bulan lagi masa aktifnya habis (elah dikira kartu perdana make masa aktif) itu terlihat seperti rumah sederhana dengan jumlah kamar sebanyak 8 (sebenarnya ada 7, yang 1 lagi cuma rombakan dari ruang tamu yang dikasih sekat triplek dan dijadikan kamar, entah maksudnya mau cari untung gede kali ya? -_- ) dengan kondisi luarnya sederhana sangat, dan bersebelahan dengan yang mengurusi kost-kostan (bukan yang punya lho ya). Lalu ciri lain dari kosan saya ini punya 2 kamar mandi (sayangnya, sekarang yang bisa dipakai cuma 1, tapi ya masih asik aja), dan ruang tamunya dekat kamar mandi (entah itu ruang tamu atau gudang kasur, isinya kasur yang gak kepake sih, tapi ada tvnya).
Mulai awal masuk kosan dulu, saya merasa ini kost emang asik, soalnya diliat dari kamarnya bagus, wcnya juga rapih (gak kaya sekarang, amburadul), ada ruang tv (dulu belum ada kasur bekas), dan akses ke tempat-tempat umum, semisal rumah makan, masjid, warnet, minimarket itu gampang. Selama hampir 4 tahun saya memutuskan untuk tetap stay di kost ini, setelah beberapa kali ada niatan untuk pindah karena melihat teman-teman kosan yang menetap hanya sekitar 1 tahun (alasannya sih kurang nyaman karena ya waktu dulu wcnya sering barengan dengan yg ngurusin kost, itu salah satunya).
Tapi sekarang, memasuki fase akhir, dimana seorang mahasiswa tingkat akhir mengalami masa "galau" harus memperpanjang masa tinggal di kosan atau cari tempat baru, karene faktor manajemen baru, kosan ini yang tadinya bisa ambil per 3 bulan, jadi harus mau perpanjang 1 tahun lagi kalau ingin tetap tinggal di kosan. Kejam? bisa jadi, ya namanya juga mereka kan berbisnis, pasti cari untung sebanyak-banyaknya, tapi emang agak enggak berperikemahasiswaan sih, ya resiko jadi mahasiswa tingkat akhir.
Beberapa teman saya juga telah mengalami "penggusuran" dari kosannya dan terpaksa mencari kost baru dengan jarak yang tentunya lebih jauh untuk ke kampus. Bahkan ada yang sampai harus menginap di kontrakan temannya yang kebetulan bisa ambil perbulan untuk bayarannya. Ya, sekarang waktunya saya dan kedua teman saya yang sama-sama mahasiswa tingkat akhir akan mengalami hal tersebut.
Kita memasuki lagi fase seperti mahasiswa baru, yaitu hunting kost-kosan. Mulai mengambil langkah, berjalan menyusuri rumah demi rumah mencari tanda yang bertuliskan "terima kost putera", atau ketika melewati sebuah kost putera mencari yang ada tulisan "ada kamar". Sungguh kita mahasiswa tingkat akhir mengalami dilema yang begitu berat, sungguh. Memang sedikit kejam kalau dipikir, toh kasihlah kesempatan kepada mereka yang memasuki masa akhir studi untuk tinggal disitu barang 2-3 bulan atau bahkan 1 semester lagi saja, tapi yang namanya cari uang, yang penting untung, dan kita yang buntung.
ini curhatan sebenarnya gak ada manfaatnya sih, cuma mau curhat aja, toh gapapa kan? iya gapapa.
(ngomong sendiri, akibat dari galau 2 + 1 cabang: penelitian, duit di kantong, dan sekarang ditambah kost-kosan) -_____-"
Rizki Hardi
Rizki Hardi


Posting Komentar