Sukses Bukan Hanya Tentang Satu Hal

By Rizki Hardi , Selasa, 27 Mei 2014 10:38:00 PM

Sudah lama saya tidak menulis disini, ditengah kesibukan saya sebagai mahasiswa, sebagai seorang yang bisa dibilang aktivis (walau aktifnya mungkin dibuat-buat, hehe) dan hal-hal lain yang menurut saya itu keren tapi sayangnya saya terlalu serakah mengambil semuanya dan egois untuk merasa bisa melakukannya.
***
Setiap hal mungkin punya dampak positif dan negatifnya masing-masing. Contohnya saja ketika kita terlalu "academic oriented", kita bisa jadi tidak mengetahui dan tidak mengikuti perkembangan zaman, ataupun yang dekat-dekat saja, yaitu kabar perkembangan kampus. Ya memang dalam kehidupan menjadi seorang mahasiswa mungkin itu (akademik-red) merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan, selain itu akademik juga bisa meningkatkan tingkatan derajat kita dengan orang lain yang tidak memperoleh kesempatan untuk menjadi seorang akademisi. Dan katanya juga dengan adanya gelar hasil proses akademik yang kita peroleh juga bisa memudahkan kita dalam meraih sukses. Tapi apakah hanya akademik? kurasa tidak.
Orang-orang sukses diluar sana tidak semata-mata sukses hanya mengandalkan kemampuan akademiknya saja, tapi juga keterampilan halus (soft skill) mereka. Percaya atau tidak, saya diceritakan oleh salah satu kerabat dekat yang sekarang sudah bekerja di pabrik perakitan mobil Mercedes-Benz, bahwa kemampuan komunikasi dan bahasa merupakan hal penting dalam meraih suatu kesuksesan. Disamping akademik, kemampuan komunikasi pun diperhitungkan. Bayangkan, kemampuan komunikasi men! Iya sih kalo kemampuan akademik kita bagus tapi kemampuan komunikasi kita buruk, sama aja bohong, karena yang paling sering digunakan sehari-hari adalah sebuah komunikasi.

Tanpa mengurangi rasa hormat akan kemampuan akademik, ternyata ada yang lebih penting lagi dari kemampuan itu. Kemampuan bersikap adalah hal tersebut. Coba lihat diluar sana, banyak orang yang menganggap diri mereka hebat dan pada akhirnya sikap mereka semena-mena. Pandangan orang lain terhadap orang tersebut pun pasti akan negatif, dan sesuatu yang negatif pasti dampaknya buruk. seberapa tingginya tingkat kemampuan akademik kamu, kalau kamu ber-attitude seenaknya, kamu hanya akan dianggap rendahan.
Selain itu, kemampuan akademik tidaklah cukup ketika kamu tidak bisa bekerjasama sebagai tim yang solid. Percaya atau tidak, Real Madrid, tim sepakbola yang baru saja menjuarai Liga Champions Eropa tahun ini, akan menurun prestasinya dan bisa jadi turun kasta ketika para pemainnya yang terkenal memiliki skill kelas dunia tidak bisa menjadi suatu kesatuan yang utuh, tidak juga saling bekerjasama. Sama halnya dengan kita, sehebat apapun kita di bidang akademik tapi ketika diminta bekerja sebagai tim dan tidak bisa, pada akhirnya kitalah yang tersingkir.

Menjadi seorang yang mengutamakan organisasi pun ada plus minusnya, plusnya jelas kita mendapatkan ilmu yang tidak kita dapatkan di bangku kuliah, namun minusnya kita mungkin saja tidak dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu tumbuh dengan suburnya dan berkembang makin canggih. Mungkin ada lagi plus minus dari seseorang yang lebih mengutamakan mengikuti organisasi, namun saya belum mengetahuinya. Dan pendapat saya ini belum tentu sama dengan orang lain, karena isi otak setiap individu jelas berbeda.

Pengalaman saya sendiri telah melihat itu semua, dan saya sadar saya pun pernah melakukan hal itu. Sampai sekarang saya mengakui kalau terkadang masih suka seperti itu, tapi jika diteruskan mungkin dampak parah akan saya terima, dan saya akan berusaha memperbaiki itu semua.
 
Hidup itu pilihan, dan meraih suatu keseimbangan adalah dambaan setiap manusia. Kebahagiaan adalah kebutuhan dalam hidup manusia, namun hidup tidak melulu penuh kebahagiaan, ada kalanya surut dan kita terjebak dalam sebuah kesedihan. Tapi dari sebuah kesedihan itu, bagaimana kita melakukan perubahan atau tidak, semua tergantung dari diri kita masing-masing. Yang jelas, sukses bukan tentang satu hal, tapi banyak hal yang saling berkesinambungan.



Rizki Hardi
Purwokerto, 27 Mei 2014 Pukul 22.34
Sebuah opini dari seseorang yang punya otak standar SNI

0 Response to "Sukses Bukan Hanya Tentang Satu Hal"

Posting Komentar