Journey to the Sikunir Hill

By Rizki Hardi , Rabu, 22 Januari 2014 11:20:00 PM

Tahun 2014, saya dan teman-teman dari LPM Agrica mengadakan liburan bersama menuju sesuatu yang sangat keren. Menuju Puncak Sikunir!!! Yeah... umm agak lebay sih ini ekspresinya, tapi secara pribadi saya sangat exited pake banget ketika teman saya, Bekti mengusulkan liburan ke tempat tersebut. Saya langsung saja bilang "setuju", itung-itung mengisi liburan bersama teman-teman satu unit.


Tepat tanggal 14 Januari 2014 atau tepatnya 7 hari setelah saya memasuki umur 21 tahun, perjalanan itu dilakukan. Kami berangkat sekitar pukul 10 pagi, setelah sebelumnya melakukan persiapan di "basecamp", yaitu di kosan Pia. Sempat terkendala masalah helm (si Arif Romdoni ga ada helm, padahal dia punya tapi malah dipinjemin ke temennya, sedangkan si Adit ga ada helm bukannya nyari malah tidur di kamar -____- ), akhirnya berangkat juga dengan berbekal banyak makanan, pakaian secukupnya, jaket, kaus kaki dan peralatan camping. Yap, kami merencanakan untuk mendirikan tenda di sekitar tempat tersebut.

Kami melakukan perjalanan dari Purwokerto menuju Dieng sekitar 5 jam, dengan transit terlebih dahulu di rumah mbak Dije, kakak angkatan yang sudah mendapatkan gelar sebagai Sarjana Pertanian. Di perjalanan, banyak rintangan yang menerjang kami. Seperti angin kencang, hujan deras, suhu dingin, sampai kehabisan bensin. Namun dibalik itu semua, kami menikmati perjalanan menuju target lokasi kami, yaitu Sikunir. Berbekal uang dan semangat membara, kami terus melaju beriringan menerjang setiap rintangan yang ada. Jalan rusak dan becek, kami terjang demi sampai ke tempat tujuan. Kalau dirasakan, mungkin experience point bertambah banyak setelah melewati halang rintang tersebut, dan mungkin saja kita bisa level up menjadi seorang traveler keren (lebay banget dah).

Perjalanan terhenti ketika sudah sampai di tempat yang memiliki telaga besar di dekatnya. Yeah, Sikunir saudara-saudara!!! Keren, kami sudah sampai di lokasi, dan level kami berhasil naik menjadi seorang traveler keren, hahahaha.

Umm, oke skip...

Here we are, Sikunir!!!
Sesampainya kami di lokasi, teman-teman langsung mencari spot yang pas untuk mendirikan tenda. Dengan tantangan hujan dan angin yang menerjang, kami membuat tenda di pinggir telaga (namanya Telaga Cebong). Saya tidak terlalu banyak membantu waktu itu, tapi saya membantu teman-teman yang sekiranya saya bisa lakukan. Dan, sukses lagi mendirikan tenda ditengah terjangan hujan yang bergabung dengan angin. Tambah lagi experience point kami, hahahaha.

Malamnya, kami tidak terlalu banyak melakukan kegiatan dikarenakan hujan dan angin kencang yang sangat sangat kencang -sampai membuat tenda hampir terbang- sehingga kami banyak berdiam di tenda. Tim konsumsi menyiapkan makanan, sisanya membantu apa yang mereka bisa, seperti mengambil air ke telaga, atau mencuci peralatan masak di telaga tersebut. Kami makan bersama, walaupun seadanya tapi kami sangat menikmatinya.

It's sleeping time!!!
Dingin sekali malam itu. Tenda tempat saya tidur tidak mampu menahan terjangan angin dan air hujan yang menyerang, sehingga hawa dingin pun berhasil menerobos masuk tenda kami. Saya menggigil dan tidak bisa tidur malam itu, sedangkan teman-teman yang satu tenda dengan saya sudah masuk ke alam mimpi mereka masing-masing. Saya terus mencoba memejamkan mata, tapi tidak bisa. Sampai akhirnya jam untuk kami bangun dan bersiap untuk mendaki hingga sampai ke puncak Sikunir pun dimulai. 

This is the main event!!!
Setelah berdoa dan melakukan persiapan, kami langsung melaksanakan pendakian ke puncak bukit Sikunir. Wuah, lumayan melelahkan memang. Ditambah lagi akibat saya kurang tidur jadi banyak merepotkan teman-teman lain. Saya berterima kasih kepada teman-teman yang masih mau bersabar dengan kondisi saya yang membuat kalian kerepotan waktu itu, hehe.

Sekitar beberapa puluh menit melakukan pendakian, akhirnya kami sampai ke puncak Sikunir. Tapi saya merasa lunglai akibat efek dari kurang tidur dan masuk angin yang melanda. Saya hanya bisa duduk dalam beberapa saat karena tidak kuat untuk menahan angin yang sangat kencang ketika badan lemas. Teman-teman yang lain sibuk berfoto mengabadikan pengalaman mereka, sambil melihat pemandangan. Sekitar setengah jam berlalu, akhirnya saya bisa kembali sehat (yaa walau masih terasa lunglai) dan ikut mengabadikan momen bersama teman-teman.

Well, walaupun saya kurang bisa menikmati suasana puncak Sikunir yang waktu itu sedang berkabut tebal dan langitnya mendung, ditambah lagi angin dan juga kondisi badan saya yang kurang siap menghadapi cuaca ekstrim seperti itu, tapi setidaknya saya mendapatkan pengalaman seru diawal tahun 2014 ini.

Fix, experience point nambah drastis, dan semoga ada kesempatan lagi untuk bisa kembali kesana.
Puncak Sikunir, terima kasih atas segala keseruan yang diberikan. See ya' next time!!!

Rizki Hardi
Sikunir, Dieng, Jawa Tengah
14 Januari 2014



0 Response to "Journey to the Sikunir Hill"

Posting Komentar