Yang Penting Niat
By Rizki Hardi , Rabu, 28 Agustus 2013 7:53:00 AM
Hoaaaaaaammm, akhirnya bisa kembali ke dunia yang hanya bisa ditempuh melalui jalur internet, yaitu dunia blogger, horeeeeee *kemudian ditimpukin tomat sama tetangga sebelah*.
Oke skip deh yang tadi, memang prolognya agak lebay deh, tapi yaudah sih suka-suka aja, yang penting niat mau bikin postingan di blog, hehehe.
Ngomong-ngomong niat, saya sering sekali berniat macam-macam selama 20 tahun jalan ini. Tapi terkadang ada niat baik dan niat jahat yang selama ini selalu mewarnai hidup saya, ga jarang juga ada beberapa niat tersebut menjadi nyata karena saya pun serius akan hal tersebut dan ada usaha dalam meraihnya.
Sebenarnya niat itu apa sih? oke niat ya, bentar...... *loading*
Naaah ketemu, kalo yang saya baca dari internet itu niat dalam bahasa Arab adalah mengingini sesuatu dan bertekad hati untuk mendapatkannya. Nah menurut yang saya baca juga seperti ini, "Al-Azhari mengatakan bahwa kalimat ( Nawaakallahu ) artinya adalah
’semoga Allah menjagamu,` Orang Arab juga sering berkata (Nawaakallahu)
dengan maksud ’semoga Allah menemanimu dalam perjalanan dan menjagamu.’
Dengan kata lain ( Niyyatu ) berarti kehendak atau ( Alqosdu ), yaitu
yakinnya hati untuk melakukan sesuatu dan kuatnya kehendak untuk
melakukannya tanpa ada keraguan." (sumber: http://pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/fiqih/ilmu-fiqih/1052/hakikat-niat-atau-definisi-niat.html )
Wiiih saya mendadak alim ya karena ngeposting yang kaya diatas, hehehe. Gapapa lah, yang penting intinya saya berniat untuk bisa menyampaikan apa itu niat walaupun hanya reposting dari sumber lain. Tapi pada dasarnya setiap diri manusia pasti ada niat yang terpenda, entah itu baik atau buruk. Dan tak jarang juga beberapa dari mereka akan berusaha mengeksekusi niat tersebut menjadi bentuk nyata.
Misalnya saja niat untuk mendapatkan IP 3, untuk mencapai niat tersebut tentunya harus bisa memanajemen waktu sebaik mungkin dan tentunya yang paling utama adalah belajar. Ya, pengertian belajar sendiri pun tidak semata-mata hanya membaca, tapi juga melakukan latihan terhadap hal yang diniatkan tersebut (kok bingung ya?), oke saya sederhanakan lagi. Maksudnya adalah perlu banyak latihan soal-soal juga untuk setiap materi yang akan menjadi bekal kita untuk bisa meraih niat kita meraih hal yang kita inginkan tersebut.
Contoh lain adalah niat puasa. Jelas, untuk yang ini adalah harus dari dalam hati yang paling dalam sedalam dalamnya hati yang paling dalam dari hati yang terdalam. Niat ini merupakan niat untuk melakukan suatu ibadah bagi setiap agama yang biasanya menjalani hal tersebut, dan tentunya harus penuh dengan kesadaran dan tidak ada paksaan dari luar (yah seperti itulah kurang lebihnya, kalau ada salah mohon maaf).
Pada dasarnya, untuk niat melakukan sesuatu haruslah benar-benar kuat dan tulus ingin melakukannya, bukan semata-mata hanya omongan atau sekedar gaya-gayaan (karena banyak sekarang niat hanya di mulut dan tidak benar-benar dari dalam hati - karena terkadang saya pun begitu - ).
Oh ya, katanya ketika kita benar-benar niat dari dalam hati dan berusaha juga berdoa, maka niat kita tersebut akan tercapai, tapi ga selalu lho, terkadang kita malah mendapatkan hasil yang sebaliknya. Ada kemungkinan niat kita tidak diridhoi Allah, juga orang tua (karena ada kata-kata seperti ini: ridho orang tua adalah ridho Allah), tapi tidak jarang pula malah kita diberi hasil lebih dari apa yang kita niatkan sebelumnya.
Contohnya gini: ketika kita berniat untuk menabung, dan nantinya uang tabungan tersebut ingin dibelikan baju, lalu kita menabung, sampai memotong jatah uang jajan kita sendiri. Tiba-tiba malah diberi baju baru oleh orang tua misalnya. Dan teringat juga, walau hanya dari sebuah serial film, tapi terkadang ada pula yang bisa jadi kenyataan. Orang yang melakukan sebuah niatan baik, akan diuji dulu seberapa besar niat baiknya tersebut dan usaha untuk mencapai niatnya, lalu ketika memang sudah membuktikan, malah diberi lebih oleh Allah swt. (contohnya tukang bubur naik haji -hehehe karena saya sering nonton juga, karena katanya berdasarkan kisah nyata- ).
Jadi kesimpulannya, apapun niat kita, asalkan kita benar-benar ingin mewujudkan hal tersebut, maka perlu usaha yang benar-benar baik dari diri kita sendiri untuk mewujudkan hal tersebut. Tentunya diimbangi dengan doa juga bisa ditambah dengan meminta ridho orang tua kita.
Yang penting niat, dan niatnya baik, juga usahanya lebih dari baik
:)
Rizki Hardi
Mahasiswa Teknik Pertanian
Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto



Posting Komentar