Nobody Perfect

By Rizki Hardi , Senin, 22 Juli 2013 11:44:00 PM

Menulis, sudah lama sekali tidak mengisi blog ini dengan "tulisan jelek" karya saya sendiri, sejak kemarin sebenarnya sudah ingin kembali menulis, tapi susah mendapatkan waktu yang pas dan tempat yang menginspirasi. Biasanya dapet inspirasi ketika berada di WC, dan memang benar tempat itu merupakan tempat munculnya segala inspirasi saya untuk menulis sampai sekarang, hahaha.


****

Oke skip deh skip, ga penting dapat darimana atau bagaimana mendapatkan inspirasi tersebut, yang jelas sebuah inspirasi dapat ditemukan dalam keadaan apapun (menurut saya sendiri walau kadang sendirinya suka gak menemukan inspirasi di saat tertentu).
Sebenarnya saya sendiri ingin membahas tentang masalah kesempurnaan. Ya, siapa yang tau apa itu kesempurnaan? kalau menurut salah satu "nasihat" dari Mbah Google, kesempurnaan adalah sebuah kesederhanaan yang disyukuri, kesempurnaan adalah abnormal di dunia ini, karena sesungguhnya kesempurnaan adalah milik Allah swt.
Yup, pendapat - pendapat barusan memang tidak ada yang salah, kesempurnaan akan didapatkan ketika kita selalu mensyukuri apa yang diberikan oleh sang Maha Pencipta, entah itu kesederhanaan ataupun kemewahan, dengan catatan kemewahan disini tidak diidentikan dengan memiliki barang-barang mewah, tapi rejeki yang berlimpah. Dan perlu diketahui pula hanya Allah yang memiliki kesempurnaan, dalam hal ini kesempurnaan segala-galanya.
Ngomong-ngomong tentang kesempurnaan, tentunya tidak lepas dengan sifat dan sikap manusia. Tidak ada yang sempurna memang, manusia tidak lepas dari kesalahan walau sekecil biji jarak sekalipun. Selain itu ketika melakukan kesalahan, seringkali kita tidak menyadari hal itu. Ya benar, terkadang kita terlalu menganggap diri kita selalu benar dan ketika disalahkan kita enggan untuk mengakuinya, entah itu langsung ataupun tidak langsung. Saya sendiri pun merasa demikian, selalu menganggap diri saya sendiri benar walau pada kenyataannya saya dinilai salah oleh orang lain. Sulit memang, sifat tersebut yang terkadang membuat kita merasa sombong dan angkuh, selalu merasa benar. Saya pun sering melihat, orang lain yang bersikap sama seperti itu, secara subyektif, saya menilai itu salah karena memang sikap seperti itu memang tidak mengenakkan, sungguh tidak mengenakkan. Namun disisi lain, saya pun pernah melakukan hal yang serupa.
Seperti berkaca diri, saya melihat bayangan saya sendiri dari sikap orang tersebut. Merasa diri sendiri selalu benar dan tidak mau mendengarkan nasihat orang lain, miris.
Introspeksi, hal ini yang diperlukan ketika kita dinilai salah oleh orang lain, bukan malah melakukan sebaliknya, seperti memberikan alibi yang kadang tidak masuk akal, dan sebagainya. Introspeksi merupakan proses pengamatan terhadap diri sendiri dan pengungkapan pemikiran dalam yang disadari, keinginan, dan sensasi. Proses tersebut berupa proses mental yang disadari dan biasanya dengan maksud tertentu dengan berlandaskan pada pikiran dan perasaannya. (sumber: wikipedia.org).
Pengamatan terhadap diri sendiri, mungkin bisa disederhanakan dengan kata-kata "ngaca". Oke, kalau orang berkaca tau sendiri lah bagaimana, nah yang dimaksud berkaca disini adalah mengingat ingat dan merenungi perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan, terutama perbuatan negatif yang secara sadar atau tidak telah kita lakukan. Tentu, tidak mudah untuk introspeksi diri, karena ada rintangan-rintangan yang membuat kita enggan melakukan introspeksi diri, diantaranya adalah perasaan, merasa saya selalu benar dan tidak ada yang salah dengan apa yang saya lakukan.
Namun, ketika berhasil introspeksi diri, pasti ada yang (setidaknya) berubah dari diri kita, antara lain kita jadi lebih berhati-hati dalam bersikap dengan memikirkan pula dampak yang akan kena apabila bersikap. Sejujurnya hal ini saya pun belum terlalu bisa mengintrospeksi diri saya sendiri, dan akibatnya keliatan sekarang, kehilangan orang yang dulu dekat dengan saya.
"Nobody perfect dude, but you can fix that mistake if you doing best to fix it and trying not to repeat the same mistakes."
Kalimat ini semoga saja bisa menjadi sebuah "doping" untuk saya dan (mungkin) yang membaca tulisan ini.
Dan ini juga terinspirasi dari seseorang yang (dulu) pernah memberikan "ancaman" kepada saya untuk introspeksi diri, walau sangat sangat terlambat untuk saya menyadarinya. :)


Rizki Hardi
Mahasiswa yang sedang dalam proses pengembangan dirinya

0 Response to "Nobody Perfect"

Posting Komentar