Nasihat Terbaik
By Rizki Hardi , Minggu, 12 Mei 2013 10:54:00 PM
Aaaahhhh, setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya saya sekarang menulis lagi
Kali ini saya akan mencoba menulis semua yang saya pikirkan, terkadang di dalam pikiran saya itu tidak jelas dan berbelit belit, entah kenapa hal itu terjadi.
Mungkin juga pengaruh dari suasana hati yang sedang kalut dan tidak karuan, mungkin.
****
Oke sekarang saya ingin menulis....... emmmmmmm....
Oh iya tentang sebuah nasihat! Mungkin banyak yang telah memahami apa itu nasihat.
Kalau menurut saya nasihat adalah sebuah bentuk ucapan atau sebuah kalimat yang biasanya mengandung sebuah nilai positif yang apabila kita maknai secara benar bisa menjadi sebuah bekal untuk kita menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Emmmmm, tapi sayang... banyak nasihat yang datang kepada saya, tapi banyak juga yang saya abaikan nasihat itu.
Dulu memang saya banyak sekali mengindahkan saran dan nasihat dari orang-orang di sekitar saya, mereka begitu peduli dengan saya namun apa yang saya lakukan?
Saya hanya mengucap kata "iya" tapi tidak menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Alhasil? Balik lagi ke sebelum mendapatkan nasihat, alias siklusnya mundur.
Ya ampun, itu sangat buruk memang. Jujur, dari dalam hati yang paling dalam pasti ada rasa penyesalan, kenapa ga dari dulu saja saya menjalankan nasihat-nasihat itu dengan sungguh-sungguh, kenapa baru sekarang menyadari dan meresapi makna positifnya?
Ah sudahlah, memang dulu saya begitu sangat kelam (bisa dibilang begitu walau kenyataannya kulit saya tidak, apasih?) dan saya benar-benar kacau. Memang benar adanya ketika saya dibilang kekanak-kanakan memang saya kekanak-kanakan tapi malu untuk mengakuinya. Payah sekali saya.
Lalu saya berpikir, apakah saya memang masih kekanak-kanakan? karena sebanyak apapun saya dikasih nasihat baik tidak ada yang dapat meresap dan nempel di hati.
Sungguh sangat disayangkan ketika itu saya sering sekali menulis tentang hal ini sebelumnya, walau begitu ternyata hanya sebatas tulisan saja, tapi? pada kenyataannya begini lagi begini lagi.
Lalu, apakah saya memang permanen begini? Saya harus katakan "TIDAK", saya TIDAK BOLEH terus begini, kalau terus begini bagaimana nanti kedepannya? Mau jadi orang yang seperti apa saya?
Saya harus berusaha, dan berbekal nasihat terbaik dari orang-orang di sekitar saya, saya harus bermetamorfosis menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih baik lagi.
Tapi bagaimana caranya? sedangkan dulu-dulu pernah bilang begini namun hasilnya sama saja, ya ampun.
Satu-satunya cara ya dari diri saya sendiri niatkan, dari dalam hati "tempel" niat sekuat-kuatnya untuk berubah dan YAKIN kalau saya BISA melakukan perubahan terhadap diri saya sendiri.
Sepertinya dengan terus mengingat Allah juga orang tua, serta nasihat-nasihat terbaiknya (termasuk nasihat-nasihat dari teman-teman) saya OPTIMIS BISA menjadi orang yang lebih baik lagi dan bisa menjadi ORANG YANG SESUNGGUHNYA.
"Niatkan apa yang ingin kamu lakukan, dan jalankan itu dengan langkah pasti"
Semoga saya bisa dan mampu melakukannya, ammmmiiiiinnn
By: Rizki Hardi
Di sudut Kamar Kost Penuh Inspirasi


Posting Komentar