Perlu Diingat
By Rizki Hardi , Jumat, 24 Mei 2013 7:26:00 PM
Nyoret nyoret lagi nih, banyak yang saya pikirkan untuk semester ini. Dimulai dari akademik yang mulai menumpuk tugas-tugas hasil praktikum, keorganisasian juga yang semakin banyak kegiatan, dan ditambah dengan masalah (lama) yang tidak ada ujungnya.
Sebenarnya saya sendiri ingin kembali aktif ngeblog, tapi apa daya baru kesampaian sekarang setelah lama berkutat dengan kegiatan-kegiatan kepanitiaan yang (Insya Allah) bermanfaat.
Untungnya blog ini ga ada sarang laba-labanya karena sudah ditinggal lama sekali, hehehe...
Oke memang itu ga lucu, tapi setidaknya ada yang bisa dibaca lah *SKIP*
Sebenarnya selama semester ini banyak hal yang saya alami, mulai dari keceriaan, kesedihan sampai harus mengeluarkan air mata, kegalauan hati, dan ketenangan batin. Dimulai awal dari suasana yang menurut saya saaaaangat berbeda dibandingkan dengan semester sebelumnya (semester III). Saya merasa teman-teman banyak yang berubah, dan banyak pula yang menunjukkan sifat aslinya. Ada yang baik, juga ada yang buruk tapi saya tidak perlu memberitahu hal tersebut, cukup saya yang merasakan dan saya yang mengambil hikmah dari hal tersebut (lho?), intinya tidak perlu dipublish di sini deh.
Dari semester lalu, saya lebih merasakan suasana dingin di sekitar teman-teman. Entah kenapa, dan saya lantas berpikir, apakah ini ada hubungannya dengan sikap saya yang memang jelek dan hanya membuat orang lain jengkel? atau karena saya dicap tukang galau akibat putus dan mantan yang (katanya) menganggap saya teman bersikap acuh dan mengabaikan? Atau memang saya yang terlalu tertutup?
Yah biarlah orang lain menilai seperti itu, dari saya sendiri pun sadar, saya banyak sekali salah kepada mereka. Sejujurnya, setiap hal yang saya lakukan (terutama bercanda) itu terlihat sangat tidak mengenakkan pada pandangan orang lain. Ya, orang lain menganggap saya berlebihan, alias lebay! Sampai-sampai saya hanya menegur dia akibat dia tidak mau menyapa, malah dibilang LEBAY! Oke-oke memang itu lebay dan saya akui memang kontrol emosi saya masih sangat kurang (ibarat level pada permainan game itu 'easy' untuk meluapkan emosi namun 'hard' untuk mengontrolnya).
Yang perlu diingat adalah ketika saya mengajak bercandaan sama cewek yang dulu pernah dekat sekali dengan saya, dan dia menanggapi dengan juteknya, itu sejujurnya membuat saya makan hati sendiri. Ya saya dulu sering suudzon sama dia dan sampai sekarang pun begitu, tapi bukan berarti saya tidak punya alasan, saya ada alasan yang kuat untuk menjelaskan hal tersebut. Ditambah lagi tenyata dia selama ini berbohong, membohongi perasaan dia dan saya, memang pada dasarnya mungkin dia hanya menjadikan saya objek percobaannya. Yang perlu diingat lagi, saya masih sangat ingat ketika dia bilang gini:
"Aku waktu itu penasaran, gimana rasanya punya pacar, ternyata begini."
Aduh, nusuk yang saya rasakan. Ternyata memang hanya setengah hati. Memang benar nasihat orang tua saya kalau suka sama orang jangan sepenuh hati, nanti ujung-ujungnya sakit hati. Dan saya memang mengalaminya. Tapi saya ga menyesal, setidaknya saya bisa ambil hikmahnya dan bisa membuktikan bahwa perkataan Ibu saya benar akan hal tersebut.
Saya pun dicap jahat, ya saya akui sering sekali membuat dia sedih, membuat dia sakit dan membuat hal-hal yang menurut dia itu buruk, saya akui dan saya bersalah. Berkali-kali saya meminta maaf dan berkali-kali saya mengingkari maaf tersebut. Tidak ada kesempatan lagi buat saya untuk berubah baginya.
Oke kita usaikan saja mengenai hal itu, toh kalau memang benar-benar ada perasaan kan ga mungkin sikapnya begitu, pada kenyataannya sikap dia begitu yaudah berarti memang waktu itu setengah hati :)
Selanjutnya mengenai akademik. Ah sebenarnya tidak terlalu beda jauh dengan semester kemarin, hanya saja untuk semester ini waktunya saaaaaangat padat, adanya kegiatan kepanitiaan menambah warna kesibukan disela-sela kegiatan akademik saya sendiri, hehehe...
Praktikum sibuk ketika selesai Ujian Tengah Semester, aaaahh sangat-sangat numpuk kalau saya bilang, dan sampai hari ini pun masih belum selesai. Tapi, dibalik itu semua, ternyata ada yang keren. Kerennya? karena bisa kembali merasakan nikmatnya praktikum namun tetap saja berat di laporan -_-
Apalagi dengan banyaknya praktikum + laporan dan tugas yang waktunya hampir bisa membuat saya berhenti bernafas, itu keren banget. Saya pun masih bersyukur, karena dari prodi saya sendiri tidak seperti prodi tetangga yang lebih sibuk dan lebih banyak dari yang saya alami. Yang perlu diingat, saya hanya perlu menikmatinya selagi bisa, toh kapan lagi merasakan hal kayak gini?
Dan saya hanya berharap bisa melakukan yang terbaik dari segi akademik maupun non akademik yang saya lakukan, demi masa depan.
Terakhir tentang keceriaan dan ketenangan. Mungkin inilah yang harus saya dapatkan terus selama saya hidup di dunia, namun banyak tantangan yang menghadang didepannya. Yang tadi, dimulai dari masalah sikap dan keadaan lingkungan bisa mempengaruhi hal tersebut. Sungguh berat, namun setimpal dengan buah yang didapatkan. Yang perlu diingat, terkadang hati ini begitu takut untuk menghadapi tantangan dan cobaan, karena itu yang saya rasakan adalah selalu tidak ada perasaan bahagia dan senang juga ketenangan pun tidak saya dapatkan. Ditambah lagi kegalauan oleh akademik dan perasaan suka dengan seseorang. Yang perlu dilakukan walau sulit itu selalu berpikir positif dan saya mendapatkan suatu inspirasi dari film, bahwa:
katakan pada hatimu sendiri "aal izz well" sebanyak mungkin, maka hatimu akan tenang, dan bebang hidupmu berkurang.
Sungguh sangat disayangkan bila hidup yang hanya sementara juga indah ini diisi dengan kegalauan kegalauan yang harusnya tidak perlu, namun perlu diingat bahwa setiap hujan akan ada pelangi yang menghiasi. Semoga saja saya bisa melihat dan menikmati pelangi itu. "aal izz well, aal izz well, aal izz well" :)
Rizki Hardi
Di Sudut kamar penuh Inspirasi


Posting Komentar