Mencoba Memahami Satu sama Lain
By Rizki Hardi , Sabtu, 09 Maret 2013 7:54:00 AM
Wiiih udah tahun 2013 aja nih. Dan umur saya sekarang sudah 20 tahun. Memang terdengarnya kalau umur 20 tahun itu sudah seharusnya menginjak masa-masa dewasa. Namun yang yang membuat saya penasaran adalah kenapa diumur 20 tahun ini saya masih dianggap belum dewasa?
Perlu diingat, kata-kata dari seseorang bahwa dewasa itu tidak dilihat dari umurnya namun dari cara dia bersikap. Salah satu teman saya juga pernah berkata begitu, kalau tidak salah begini kata-katanya:
"ciyeee udah kepala dua, udah tua :p. eh tapi beda ya tua sama dewasa, wahahaha"
Kurang lebih kata-katanya seperti itu, dan terus terang awalnya saya merasa tersinggung, namun ada benarnya juga saya memang merasa belum dewasa. Akhirnya saya pun mencari jawabannya.
Saya pun telah melakukan kesalahan yang fatal, karena telah mengingatkan seseorang dengan apa yang telah saya perbuat di masa lalu dan itu yang membuat dia sakit hati. Sekuat apapun saya minta maaf namun meskipun dia memaafkan, tetap saja dia tidak akan mudah untuk melupakannya. Ya, saya akui memang saya diposisi yang sangat salah. Dan saya harus bangkit juga berusaha untuk memperbaiki semuanya walau saya tau akan memakan waktu yang sangat lama.
Saya punya hobi juga menonton film, terutama film action, fantasy, dan comedy. Saya sangat suka juga dengan film anime. Memang terdengarnya tidak dewasa sekali umur sudah 20 tahun namun masih suka nonton anime.
Tapi jangan salah, di anime pun kalau kita menontonnya bukan hanya sekedar menonton, kita bisa mendapatkan hal yang positif dari sana. Banyak pesan moral yang tidak kita tahu ada dalam film tersebut, sementara kita hanya menonton dan beranggapan anime tersebut hanya untuk lucu-lucuan dan hiburan semata.
Salah satu anime movie yang saya kagumi adalah anime Gundam 00: Awakening of Trailblazer. Ini merupakan anime movie dari serial Gundam 00 yang menceritakan tentang masa depan, ketika semua serba canggih, energi fosil habis namun manusia mendapatkan sumber energi lain, yaitu energi matahari. Namun dibalik itu semua ada indikasi teroris yang ingin membuat perang dunia kembali dengan melakukan teror dimana-mana, juga pemerintah dunia yang mencoba mengeksploitasi sumberdaya tersebut untuk kepentingan mereka sendiri.
Tapi untuk filmnya, cerita sudah berbeda, dikisahkan 3 tahun setelah perang melawan Innovator (manusia yang telah berevolusi), bumi diteror alien dari planet lain yang sementara menetap di Jupiter. Alien tersebut berbentuk metal yang tidak diketahui jenisnya namun dapat berasimilasi dengan benda lain ketika dia menempel kepada benda tersebut. Setsuna, salah satu pilot Gundam dari Celestial Being (organisasi bentukan orang yang bernama Aeolia Schenberg yang bertujuan menghentikan perang 7 tahun lalu) menyadari itu dan dia berusaha untuk melakukan kontak dengan alien tersebut. Namun pertama kali mencoba, dia gagal, dan mengalami koma selama beberapa minggu. Sementara yang lain sedang berperang dengan ELS (kode nama alien tersebut), Setsuna melihat bayangan ketika dia ikut dalam perang dan membunuh orang tuanya sendiri, melihat bayangan ketika rekannya yang sama-sama pilot bernama Neil Dylandy tewas, dan berpesan bahwa dia bisa berubah dan demi Neil, dia bisa menggantikan posisinya untuk mencapai kedamaian. Dia juga melihat Marina Ismail (seorang putri kerajaan yang merupakan orang terdekatnya) bermain dengan anak-anak dalam suasana ceria, terakhir dia melihat bunga yang tumbuh di padang gersang. Setsuna sadar dan akhirnya kembali mencoba untuk memahami apa tujuan alien tersebut. Berkat bantuan dari rekan-rekannya, dia berhasil masuk ke pusat dari alien itu berasal. Dia menemukan fakta bahwa masa lalu alien tersebut sangat menyedihkan, mereka hanya ingin menetap di sebuah planet untuk hidup normal, namun belum ada yang cocok. Akhirnya Setsuna memahami hal tersebut dan dia mengorbankan dirinya (kebetulan Setsuna juga merupakan innovator yang asli) menjadi sebuah planet beserta Gundamnya. ELS pun berhenti menginvasi planet-planet dan hidup berdampingan dengan manusia.
Dari anime movie ini saya bisa memahami, bahwa kedamaian tidak dapat dibentuk dari hasil peperangan yang kita lakukan, namun dengan cara memahami satu sama lain. Sama halnya dengan perasaan dia yang lukanya kembali terasa ketika saya mengungkapkan unek-unek saya kepada dia. Sama halnya ketika tembok bolong, walau ditambal pun bekasnya masih terasa. Yang saya bisa lakukan adalah terus bersabar dan mencoba memahami perasaannya sekarang. Syukurlah dia menemukan suasana baru dalam hidupnya, jauh dari saya, walau kita sering ketemu namun kita jarang yang namanya bertegur sapa, itu karena masa laluku dengannya sangat kelam menurut dia dan bertemu dengan saya hanya membuat perasaannya semakin tidak karuan, saya memahami itu dan saya akan mencoba tetap bersabar walau sakit, dan memahami bahwa suasana baru tersebut lebih membuat dia nyaman.
Asalkan dia bisa bahagia, sekarang saya bisa melepaskannya dari hati saya. Namun saya akan simpan sisa kenangan kita berdua yang indah dan buruk. Itu dapat menjadi bekal saya untuk memahami perasaanmu dan bersikap kepadamu. Kalaupun nanti kita ditakdirkan untuk bersama merajut kehidupan, pasti kita bertemu lagi, saya hanya bisa yakin akan hal itu, kalau memang tidak, yasudah saya ikhlas yang penting dia bisa bahagia.
Dan betapa asyiknya ketika orang-orang dapat memahami satu sama lainnya, mungkin tidak ada lagi istilah perang, tawuran dan penganiayaan
Oh iya satu lagi, mungkin inilah salah satu sikap yang dianggap dewasa, ikhlas dan mencoba mengerti satu sama lain :)
By: Rizki Hardi
di sudut kamar penuh inspirasi


Posting Komentar