Upgrade Diri biar Keren
By Rizki Hardi , Jumat, 07 Desember 2012 10:56:00 PM
Gue mau nulis lagi nih, tentang semua unek-unek gue yang masih mengganjal.
Terus terang aja, gue jadi senang nulis terutama nulis tentang curhatan-curhatan gue selama ini, dan itu semua yang gue lakukan membuat hati gue bebas dari kegalauan-kegalauan yang disebabkan oleh hal-hal yang (entah) penting atau enggak.
Oke, kali ini gue mau nulis tentang perbaikan diri.
Ini gue dapet inspirasi setelah gue nonton acara di TV (tentunya streaming)
Terus terang aja, gue jadi senang nulis terutama nulis tentang curhatan-curhatan gue selama ini, dan itu semua yang gue lakukan membuat hati gue bebas dari kegalauan-kegalauan yang disebabkan oleh hal-hal yang (entah) penting atau enggak.
Oke, kali ini gue mau nulis tentang perbaikan diri.
Ini gue dapet inspirasi setelah gue nonton acara di TV (tentunya streaming)
****
Yang ini beda sama yang sebelumnya, gue merasa hal ini perlu gue tulis dan harus gue inget selalu serta gue terapkan dalam kehidupan gue.
Berkesan dan memotivasi banget terutama buat gue yang terus merasa tertekan karena masih dalam bayangan masa lalu kelam.
Upgrade diri, ya kali ini gue mau membahas tentang upgrade diri menjadi lebih baik.
Gue merasa harus upgrading semua dalam diri gue kalau mau bahagia, kenapa?
Yang gue tau dari beberapa sumber yang (ga sepenuhnya) dipercaya, kita harus tetap melangkah kedepan dan tinggalkan masa lalu yang hanya membuatmu lemah juga sedih serta putus asa. Yah, gue memang merasa berbayang-bayang masa lalu itu membuat gue menjadi orang yang rentan dengan yang namanya galau. Ya betul, diakibatkan karena terlalu mendalami sesuatu dan sepenuh hati. Ketika dikecewakan, ya jadinya gini, sensitif juga lemah. Padahal gue harusnya ga kaya gitu.
Awalnya gue kesulitan untuk yang namanya 'bangkit dari keterpurukan' karena gagal tersebut. Gue terus mencari jawaban kegalauan hati gue. Dari searching di internet, sampai nanya-nanya ke teman" kampus gue, tapi belum mendapatkan yang pas mengenai itu semua. Sampai akhirnya gue sehabis sholat isya dan tidur, dalam mimpi gue ngobrol dengan seorang laki-laki sebaya dengan gue berpesan untuk coba mendengarkan pendapat orang lain, dan jadilah motivator untuk diri sendiri, yakinlah semua indah pada waktunya. Tapi, gue sendiri bingung maksudnya apa dan gue harus gimana? Sedangkan untuk mendengarkan pendapat orang lain, gue merasa sudah sering mendengarkan itu tapi gue ga menemukan jawaban apa - apa disana. Sampai suatu ketika, gue dapat inspirasi ketika salah satu teman gue nge-retweet kata-kata motivasi dari salah satu akun yang (katanya) isinya tentang motivasi untuk menjadi orang hebat. Disitu juga gue keingat untuk melakukan sesuatu, yaitu menonton video streaming tentang motivasi, entah itu film atau bentuknya talk show.
Lumayan, gue dapat pencerahan dari situ. Terutama yang gue paling inget itu "when in love, nobody is smart", keren banget pas gue nyimak baik baik dan meresapi itu, ternyata selama ini gue salah karena telah membuat diri gue sendiri tersiksa dengan selalu terpaku dengan masa lalu. Terlebih setelah gue menyimak kata kata ini: "Cinta itu, kalau kau biarkan dia pergi dan kembali, maka dia milikmu. Namun jika kau menderita untuk mempertahankannya, dia bukan untukmu."
Wow banget rasanya hati ini setelah menyimak baik-baik kata-kata itu. Kereeeeen, dan yang dimaksud dalam kata-kata itu bahwa gue ga perlu sedih dengan yang pernah gue alami (Re: putus cinta), jodoh ga akan tertukar dan ga akan ditukar oleh Allah selama kita yakin dengan ketentuan yang dibuat Allah swt.
Hati kita bukan milik kita seutuhnya, melainkan adalah milik Allah yang dipinjamkan ke kita untuk merasakan indahnya cinta dan kasih sayang. Gue dapet pencerahan dari itu, ada lagi yang bikin gue semakin termotivasi untuk bangkit. Kata-kata ini: "Segala sesuatu yang terjadi adalah perintah untuk kita memperbaiki diri termasuk kegagalan.", wah banget itu...
Gue sekarang yakin, langkah yang gue ambil ga salah, hanya saja dalam prosesnya, gue telah mengambil jalan yang salah, dan gue harus memperbaiki diri gue yang salah itu dengan tujuan kualitas diri gue pun naik dan menjadi pribadi yang menjanjikan. Jujur saja, gue memang mengakui diri gue masih sangat jauh dari kata baik, karena sering sekali kesalahan yang sama selalu gue buat dan bikin gue jatuh dalam kegagalan.
Gue perlu perbaikan diri biar gue jadi pribadi yang lebih baik lagi, yakin dengan itu maka kelak gue akan mendapat balasan yang setimpal, termasuk pasangan yang gue harap diperbaiki juga seperti gue yang memperbaiki diri demi menjadi pribadi yang lebih baik lagi
Dan gue yakin, Allah membuat sebuah skenario yang berakhir "Happy Ending" buat gue suatu saat nanti :)
Rizki Hardi
Di sudut Kamar Kost penuh imajinasi


Posting Komentar