Proses Transformasi
By Rizki Hardi , Jumat, 07 Desember 2012 9:29:00 PM
Dulu dan sekarang, harusnya berbeda...
Beda dimananya? Banyak, mungkin diantaranya itu dari segi waktu yang jelas.
Bicara tentang waktu, gue punya cerita sedikit tentang masa lalu, masa sekarang dan hubungan dengan kedua masa itu. Mungkin ini bukan cerita, tepatnya curhatan gue sebagai jomblo yang masih berkutat di masa lalu.
****
Gue adalah seorang mahasiswa Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Unsoed. Gue disini sebenarnya tidak sesuai dengan harapan gue yang maunya ke UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) jurusan Ilmu Komputer, tapi apa daya Allah sudah menentukan bahwa gue harus lanjutin pendidikan gue disini. Gue ga masalah, selagi itu baik buat gue dan buat gue jadi orang sukses pada akhirnya. Gue juga dapat dukungan selalu sama orang tua gue, selalu didukung apapun yang gue putuskan selagi itu masih sejalan dengan keinginan orang tua gue, yaitu menjadi seseorang yang berkualitas dan sukses di kemudian hari. Yakin ga yakin awalnya nih, soalnya gue masih belum ada gambaran nantinya gue kuliah di Fakultas Pertanian ini. Tapi gue sedikit dapat pencerahan setelah gue dapet masukan dari kedua orang tua gue, terus om gue yang ternyata lulusan Agribisnis Unsoed cuma gue lupa lulusan kapan.
Disini gue belajar dan berproses bersama teman-teman gue dari berbagai wilayah di Indonesia. Macam-macam orang yang wataknya tentu berbeda satu sama lain. Dan disitu pula gue jatuh hati sama seorang cewek (ga perlu sebut nama ya, privasi bro), dia dari salah satu kota di Jawa Tengah. Hehehe, entah apa yang ada di dalam pikiran gue sampai gue suka sama dia, ya mungkin ini namanya anugerah dari Allah swt. yang indah, gue bisa jatuh cinta!
Tapi ngenes juga kisah cinta gue sama dia, sempat pacaran dan akhirnya putus karena sesuatu hal. Gue lantas ga dianggap lagi sama dia. Gue berusaha untuk selalu menjaga komunikasi gue dengan dia tapi apa daya, dari dia sendiri menolak itu semua.
Gue nambah galau, sumpah baru pertama kali gue digituin sama seorang cewek, apalagi yang udah buat gue jatuh hati. Nyesek emang, dan gue sampai frustasi dengan sikap dia itu.
Beruntung, gue punya teman-teman yang baik dan gue dapat pelajaran lagi dari mereka. Teman-teman gue memang brandal kelihatannya, tapi gue berterima kasih sama mereka karena dari mereka gue sadar, gue harus terus melangkah dan biarkan masa lalu jadi senjata gue menatap masa depan. Gue sadar bahwa gue masih prematur untuk serius dalam menjalin cinta. Karena, yang pertama jelas dilihat dari gue sendiri sampai galau berat karena terlalu tulus mencintai dia. Kedua, gue belum punya skill apa-apa yang bisa gue pamerkan ke dia dan orang tua dia, dan Ketiga, gue masih harus ingat bahwa disini gue mengemban misi utama, yaitu menjadi orang sukses juga bisa membahagiakan orang tua.
Tentu, gue sangat menyesal. Kenapa harus galau dikarenakan dia? Toh dia sendiri peduli apa ketika gue terpuruk. Walau sekarang dia peduli, namun maaf, gue harus berpikir berpuluh puluh ribu kali untuk jatuh cinta lagi sama dia. Dan terbukti, sikap dia masih sama saja kaya kemarin-kemarin terutama ke gue.
Kembali ke urusan gue sendiri, gue disini ingin bertransformasi dari seorang siswa yang kurang mandiri dan lemah menjadi mahasiswa yang aktif, mandiri, inovatif dan kuat serta ingin menjadi orang yang sukses meraih prestasi hidup, kuat, tahan banting, dan disegani oleh semua orang, itu tujuan gue.
Seseorang pernah berkata: "Jika kamu menikmati proses demi proses dalam hidup, maka kelak kamu akan menuai buah yang manis dari hasil proses yang kamu ikuti dengan setulus hati", ya gue ingin itu terjadi dan gue harus berusaha untuk selalu sabar juga tawakal dalam proses menuju transformasi yang gue inginkan.
Dan, semoga gue berhasil dengan semua yang gue udah targetkan, ammmmmiiinnn...
Rizki Hardi
Di sudut kamar kost penuh imajinasi


Posting Komentar