Geng Motor = Kebodohan Paling Bodoh Pemuda Indonesia
By Rizki Hardi , Senin, 26 November 2012 8:34:00 AM
Sudah berapa kali saya dengar adanya berita (lagi) tentang Geng Motor.
"Geng motor kembali berulah, minimarket dirusak", Ada lagi ; "geng motor menyerang warga", Hingga ; "geng motor kembali menyerang pedagang kaki lima".
Lagi-lagi geng motor, geng motor lagi-lagi berulah. Ada apa dengan mereka?
Bukan hal yang aneh lagi ketika sebuah kesenangan yang muncul dari ego negatif seseorang membuat kita buta akan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
Tidak dapat dihindari juga ketika seseorang akan berusaha demikian "nafsunya" untuk melampiaskan hasrat tersebut. Contohnya ya ini, geng motor!
Kumpulan dari 2 orang atau lebih yang bisanya hanya merusak demi mencari kesenangan ini bisa dibilang musuh terbesar masyarakat Indonesia saat ini, terutama (kalau dari pengelihatan saya) di wilayah Indonesia Barat, tepatnya di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Tujuan mereka jelas, mencari kesenangan mereka sendiri, ga peduli dengan lingkungan sekitar, ga peduli dengan keselamatan sesamanya, dan ga peduli dengan nilai-nilai moral yang ada di masyarakat.
Bodoh, itu yang saya bilang. Kelakuan seperti itu saya bisa tegaskan itu perbuatan bodoh sekelompok pemuda Indonesia yang menurut sejarah dulu merupakan patriot yang sangat hebat, rela berkorban demi kepentingan orang banyak, namun sekarang rela mengorbankan orang banyak demi kepentingannya.
Sepengetahuan saya selama ini, sudah ada beberapa nama geng motor yang masuk dalam daftar pencarian oleh kepolisian. Ironisnya, menurut oknum yang "pernah" menjadi anggota geng motor, mereka tidak ada rasa penyesalan untuk melakukan hal yang sama dengan alasan untuk bersenang-senang. Ungkapan bodoh, dan tidak berotak.
Seakan mereka sudah terlena dengan semua kesenangan yang berakibat menghilangkan kenyamanan hidup dan aktivitas orang lain, mereka bersikap "bodo amat" dengan ultimatum-ultimatum yang dilontarkan oleh aparat berwajib, parahnya lagi malah mereka melawan ultimatum tersebut dengan bertindak semakin brutal.
Mau tidak mau, aparat berwajib melakukan tindakan sangat tegas yang berakibat dengan tewasnya salah satu atau beberapa "kampret" anggota geng motor tersebut.
Oh iya saya lupa mengatakan juga, ternyata menurut info yang saya dapat dari media elektronik, cetak dan langsung dengan mantan pelakunya, anggota geng motor tidak sedikit jumlahnya dan tahun demi tahun semakin banyak muncul regenerasinya. Parahnya lagi, oknum" kebanyakan adalah siswa-siswa (atau mungkin juga ada siswinya, saya kurang tau) SMP! Ngeri kaliiiii!
Kalau yang saya duga, mereka adalah anak-anak yang berasal dari keluarga "broken home". Orang tua mereka bersikap "ah, bodo amat" dengan anak-anaknya. Para orang tua itu lebih mementingkan kesibukannya dibandingkan dengan keceriaan anak-anaknya yang diperoleh dari kasih sayang tulus mereka. Mereka berpikir, cukup diberikan "segenggam" materi itu sudah merupakan bentuk kasih sayang mereka kepada anak"nya, namun apa hasilnya? Silahkan lihat sendiri.
Ironis sekali, saya juga sebagai salah satu pemuda Indonesia malu dengan apa yang terjadi saat ini. Seakan pemuda-pemuda Indonesia sekarang kehilangan rasa nasionalisme, kepedulian mereka pun kosong. Dimulai dari seringnya tawuran sampai yang sekarang ini, Geng Motor.
Kita mengakui punya Tuhan, tapi apakah pantas dipercaya pengakuan tersebut jika perbuatannya masih seperti itu? Patut dipertanyakan.
Yang jelas, jika diri kita mengakui adanya Tuhan, malu lah kita kepada Tuhan yang maha melihat semua gerak-gerik kita di dunia ciptaan-Nya.
Dan cara yang paling ampuh untuk menghindari perbuatan itu ya dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, ditambah juga perhatian dan dukungan moral dari orang-orang yang dekat dengan kita, terutama Orang Tua, serta isi waktu luang kita dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Pasti akan bisa terhindar dari itu semua :)
"Geng motor kembali berulah, minimarket dirusak", Ada lagi ; "geng motor menyerang warga", Hingga ; "geng motor kembali menyerang pedagang kaki lima".
Lagi-lagi geng motor, geng motor lagi-lagi berulah. Ada apa dengan mereka?
Bukan hal yang aneh lagi ketika sebuah kesenangan yang muncul dari ego negatif seseorang membuat kita buta akan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
Tidak dapat dihindari juga ketika seseorang akan berusaha demikian "nafsunya" untuk melampiaskan hasrat tersebut. Contohnya ya ini, geng motor!
Kumpulan dari 2 orang atau lebih yang bisanya hanya merusak demi mencari kesenangan ini bisa dibilang musuh terbesar masyarakat Indonesia saat ini, terutama (kalau dari pengelihatan saya) di wilayah Indonesia Barat, tepatnya di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Tujuan mereka jelas, mencari kesenangan mereka sendiri, ga peduli dengan lingkungan sekitar, ga peduli dengan keselamatan sesamanya, dan ga peduli dengan nilai-nilai moral yang ada di masyarakat.
Bodoh, itu yang saya bilang. Kelakuan seperti itu saya bisa tegaskan itu perbuatan bodoh sekelompok pemuda Indonesia yang menurut sejarah dulu merupakan patriot yang sangat hebat, rela berkorban demi kepentingan orang banyak, namun sekarang rela mengorbankan orang banyak demi kepentingannya.
Sepengetahuan saya selama ini, sudah ada beberapa nama geng motor yang masuk dalam daftar pencarian oleh kepolisian. Ironisnya, menurut oknum yang "pernah" menjadi anggota geng motor, mereka tidak ada rasa penyesalan untuk melakukan hal yang sama dengan alasan untuk bersenang-senang. Ungkapan bodoh, dan tidak berotak.
Seakan mereka sudah terlena dengan semua kesenangan yang berakibat menghilangkan kenyamanan hidup dan aktivitas orang lain, mereka bersikap "bodo amat" dengan ultimatum-ultimatum yang dilontarkan oleh aparat berwajib, parahnya lagi malah mereka melawan ultimatum tersebut dengan bertindak semakin brutal.
Mau tidak mau, aparat berwajib melakukan tindakan sangat tegas yang berakibat dengan tewasnya salah satu atau beberapa "kampret" anggota geng motor tersebut.
Oh iya saya lupa mengatakan juga, ternyata menurut info yang saya dapat dari media elektronik, cetak dan langsung dengan mantan pelakunya, anggota geng motor tidak sedikit jumlahnya dan tahun demi tahun semakin banyak muncul regenerasinya. Parahnya lagi, oknum" kebanyakan adalah siswa-siswa (atau mungkin juga ada siswinya, saya kurang tau) SMP! Ngeri kaliiiii!
Kalau yang saya duga, mereka adalah anak-anak yang berasal dari keluarga "broken home". Orang tua mereka bersikap "ah, bodo amat" dengan anak-anaknya. Para orang tua itu lebih mementingkan kesibukannya dibandingkan dengan keceriaan anak-anaknya yang diperoleh dari kasih sayang tulus mereka. Mereka berpikir, cukup diberikan "segenggam" materi itu sudah merupakan bentuk kasih sayang mereka kepada anak"nya, namun apa hasilnya? Silahkan lihat sendiri.
Ironis sekali, saya juga sebagai salah satu pemuda Indonesia malu dengan apa yang terjadi saat ini. Seakan pemuda-pemuda Indonesia sekarang kehilangan rasa nasionalisme, kepedulian mereka pun kosong. Dimulai dari seringnya tawuran sampai yang sekarang ini, Geng Motor.
Kita mengakui punya Tuhan, tapi apakah pantas dipercaya pengakuan tersebut jika perbuatannya masih seperti itu? Patut dipertanyakan.
Yang jelas, jika diri kita mengakui adanya Tuhan, malu lah kita kepada Tuhan yang maha melihat semua gerak-gerik kita di dunia ciptaan-Nya.
Dan cara yang paling ampuh untuk menghindari perbuatan itu ya dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, ditambah juga perhatian dan dukungan moral dari orang-orang yang dekat dengan kita, terutama Orang Tua, serta isi waktu luang kita dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Pasti akan bisa terhindar dari itu semua :)


Posting Komentar