Tidak Terkenal

By Rizki Hardi , Minggu, 04 Februari 2018 6:30:00 PM

Sejak dulu, aku seringkali bertanya-tanya, ada keuntungan apakah bagi mereka yang terkenal, dan apa ruginya menjadi seseorang yang tidak terkenal. Karena, sejauh yang aku lihat, mereka sama saja. Namun ternyata, sangat jauh berbeda, terutama mengenai perlakuan tiap-tiap individunya.

Okelah, memang manusiawi kalau kita membutuhkan pengakuan eksistensi kita di dunia ini, dan memang kenyataannya kita, sebagai makhluk sosial, menjadi terkenal dapat memberikan keuntungan lebih dari mereka yang kurang terkenal. Aku memperhatikan, mereka yang terkenal dengan beragam macam cara. Mereka yang terkenal karena kecerdasannya, akan terkenal dimata guru-guru dan sebagian teman-temannya, begitu pula mereka yang aktif dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Bisa juga dari segi fisik (atletis, ganteng, putih) ataupun dari ukuran derajat duniawi (orang kaya, anaknya pejabat, anak artis, dll).

Ada juga cara lain bagi mereka, yang mau terkenal dengan tidak memakai cara yang merepotkan seperti diatas. Ya, dengan kenakalannya. Ironis sih, mereka bisa terkenal hanya dengan berbuat nakal, seperti rajin bolos, rajin tawuran, adu jotos dengan sesama teman ataupun dengan orang lainnya, bahkan menjadi playboy -yang doyan gonta-ganti pacar, playgirl kalau cewek-. Namun nyatanya, mereka berhasil, menjadi terkenal dikalangan guru,  ataupun teman-temannya.

Aku sendiri termasuk salah satu orang yang tidak terkenal, dan aku merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak terkenal. Bagi mereka, orang yang tidak terkenal anggap saja sebagai rumput di taman, biasa, dan seringkali diabaikan walaupun berdesir ketika terkena angin. Beda dengan mereka yang terkenal, menjadi pusat perhatian, orang pertama yang selalu diundang ke sebuah acara, dan cenderung diberi kemudahan dalam berkegiatan.

Tapi, apa salahnya dengan tidak terkenal. Apalagi bagi seorang introvert, yang menyukai kesendirian dibandingkan keramaian. Walaupun seringkali sakit hati dikarenakan selalu diabaikan, tapi yah nikmati saja. Faktanya, orang yang tidak terkenal itu selalu menjadi opsi sisa ketika mereka yang terkenal -sebagai opsi pertama- sudah habis.

Aku akui, bahwa aku sebenarnya ingin merasakan bagaimana menjadi terkenal. Namun, melihat realita, aku hanya bermodalkan pengetahuan yang "cukup", tampang pun "cukup". Walau aku dikenal aktif, tapi hanya partisipasi saja tidak cukup kuat untuk jadi terkenal. Menjadi yang paling aktif juga tidak cukup, karena semua akan mudah terlupakan dimakan waktu. Kecuali kamu menjadi seorang aktivis yang memimpin, bukan pengikut, Pelopor, bukan peramai. Aku pun malas untuk berbuat kenakalan atau hal semacamnya, hanya untuk terkenal.

Tapi di sisi lain, aku pikir kita yang gak terkenal juga punya keuntungan. Mereka akan memandang remeh kita. Ketika mereka memandang remeh, disaat itulah kesempatan kita untuk memperbaiki diri sebaik-baiknya. Sungguh, tanpa beban. Itu asik, tidak terbantahkan. Hey, semua punya sisi positif kan, bagaimanapun kondisinya?

Epic Comeback. Istilah itulah yang ingin saya gunakan untuk mereka yang tidak terkenal dan diremehkan, mampu memperbaiki diri sebaik-baiknya, hingga tanpa sadar, mereka jadi terkenal.
Luar biasa bukan? Keren, ketika kita menjadi terkenal disaat-saat terakhir. Namun dengan rasa keikhlasan dan kesabaran tentunya, karena dengan begitu bisa menjadi orang terkenal dengan akhlak yang mulia. Sedangkan mereka yang lebih dulu terkenal dan mengabaikan kita yang dianggap gak terkenal dan diabaikan, akan merasa sombong awalnya, dan pas tau kita mulai "merangkak naik" menuju mereka, yang mereka lakukan hanya panik, iri dan dengki. Ya gak semuanya sih, tapi realita yang saya liat seperti itu.

Well, mau terkenal atau tidak terkenal, asalkan berakhlak baik, itu tidak masalah. Tapi perlu diingat, bahwa tidak terkenal bisa membuatmu menjadi seorang pejuang berakhlak mulia jika disikapi dengan benar. Mereka pun yang sudah terkenal akan hancur ketika mereka memandang diri mereka tinggi, menatap orang lain dengan congkak, dan cenderung meremehkan, dan akhirnya kedudukan berbalik. So, never give up with whatever conditions. Lakukan saja yang terbaik dalam kehidupan tidak terkenalmu itu.

And yep, this is for motivating me too.

Cirebon, Februari '18
Me

0 Response to "Tidak Terkenal"

Posting Komentar