Catatan Seorang Amatiran

By Rizki Hardi , Jumat, 24 Agustus 2012 8:50:00 PM

 Saya ini adalah seorang mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Fakultas Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, dan Program Studi Teknik Pertanian. Saya berumur 19 tahun saat ini dan entah sampai kapan saya bertahan di dunia ini.
Saya berasal dari Cirebon, berawal dari sebuah gubuk kecil di daerah perumahan di sudut kota Cirebon, punya mimpi ingin meraih kebahagiaan dunia akhirat. Namun semua itu tidak mudah, karena kerja keras dan doa harus saya lakukan setiap waktu dan setiap kesempatan yang ada.


 Saya berasal dari SD Negeri Rinjani, sebuah SD yang mungkin terdengar asing dibandingkan dengan SD yang sudah terkenal sampai keluar kota. Namun sebuah mimpi tidak hanya sebatas dari apakah sekolah asalnya adalah sekolah terkenal atau bukan, yang penting dedikasinya. Mungkin saya belum bisa berdedikasi apa-apa sampai saat ini, namun suatu hari saya akan berusaha lebih baik lagi untuk bisa berdedikasi di kemudian hari.
Saya diremehkan, dan dulu pernah pula ada pengalaman di-bullying oleh teman-teman. Bukan hanya SD, ketika SMP pun pernah. Mungkin jadinya seperti ini ya saya, pemarah dan mau menang sendiri, ga mau ngalah dan ga pengertian.

 Saya (dulu) punya seorang tambatan hati, yaah belum menjadi seorang kekasih sih ketika SMA. Pada awalnya saya hanya kagum dengannya, namun lama-lama mulai ada perasaan yang tidak biasa. Saya pun mencoba untuk mengungkapkan hal tersebut sebelum kami berpisah di SMA. Yah memang seperti yang saya duga jawabannya dia hanya mau menjadi teman, oke gapapa mungkin belum saatnya. Dan saat itu saya meyakini kalo jodoh ketemu lagi suatu saat nanti walau suasananya telah berbeda.

 Ketika kuliah, saya mulai jarang kontak dengannya, perlahan tapi pasti perasaan saya itu pendam dalam-dalam. Namun entah kenapa saya menemukan kembali orang lain yang membuat saya jatuh cinta untuk yang kedua kalinya, tapi hanya selang sebentar saya mengutarakan perasaan saya kepadanya. Mungkin karena saya gegabah jadinya hanya 9 bulan yang dapat saya jalin bersama dia. Selain itu saya pun selalu mengecewakan dia, ya sudahlah itu hukuman setimpal yang dapat saya terima.

Pendidikan. Dalam hal ini saya mengalami masa keterpurukan ketika SMP, ketika itu saya terlena karena berhasil lolos masuk ke sekolah favorit saya, dan ketika itu pula saya sombong dan jauh dari kata bersyukur. Saat itu saya sangat terpuruk, nilai jelek, terkadang ujian pun harus kena remedial. Namun saya dapat bangkit ketika SMA kelas 2 semester 2. Saya kembali bisa mencetak hasil baik walaupun mungkin masih jauh dari harapan. Dan ketika kuliah saya pun masih berusaha untuk bangkit dan bangkit. Walau mungkin usaha saya kurang maksimal dan doa sering putus akibatnya saya mendapatkan hasil jelek lagi.
Mungkin karena itu pula, ketika tanggal 20 Juli semuanya berakhir.

Namun semua masa lalu. Saya pernah membaca sebuah kata mutiara yang berbunyi seperti ini:
"Masa lalu adalah pengalaman, dan masa depan adalah harapan. Lupakan dan jadikan masa lalu menjadi motivasi untuk meraih Masa Depan"

 Saya akan berusaha lebih baik dan lebih baik lagi untuk kedepannya, dan semoga saya tidak lupa dengan kata-kata itu. Ibu dan Bapak saya pun berkata, "yang lalu biarlah berlalu, udah terjadi juga. Gausah disesalkan dan fokus saja kedepan, jalan kamu masih panjang".

Terima kasih Bapak, Ibu...
Sebuah senyum dari seorang anak yang masih dalam proses menuju kesuksesan, diberikan untuk kalian
:)


Cirebon, 24 Agustus 2012
Dari sudut sempit gubuk tercinta
Sebuah catatan Penulis amatir
Rizki Hardi

0 Response to "Catatan Seorang Amatiran"

Posting Komentar