Ketika Materi Mengalahkan Harga Diri

By Rizki Hardi , Jumat, 27 Januari 2012 2:53:00 PM

Ya ampun, payah ya ketika materi membutakan mata hati dan pikiran kita...
ga nyangka, begitu hebatnya kekuatan materi dibandingkan yang lainnya. Mulai dari masalah hukum, juga sampai hal yang paling sepele, yaitu mencari pasangan...
ckckckck, aku heran...
mengapa semua apa" liatnya dari materi, semua menghambakan dirinya untuk materi. Memang iya di dunia ini kita semua butuh materi, tapi apakah kita juga harus mengorbankan harga diri untuk meraih materi???


Dunia memang penuh tanya, apa sebabnya kita harus mempertaruhkan harga diri kita untuk materi? Mungkin kalau misalnya materi tersebut digunakan untuk hal yang berguna, namun? ternyata banyak yang tidak seperti itu!
Bahkan ada yang melanggar amanat demi kenyamanan ketika Buang Air Besar !!!
Kemana harga diri yang dibangga banggakan? apalagi sebagai pemegang amanat orang banyak?

Mungkin ini terlalu tinggi, kita lihat contoh lain.
Misalnya dalam mencari pasangan hidup.
banyak yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pasangan hidup yang berbobot, dalam arti materinya berlimpah. Mereka tidak melihat dari sisi internalnya, yaitu sisi kepribadian.
mereka tidak peduli dengan kepribadian, mereka hanya ingin materi.
Bahkan, banyak di berita" yang ada di layar kaca atau media cetak memuat tentang hal tersebut dan ketika materi tersebut habis, akan ditinggalkan.
Banyak berita tentang perceraian, setiap tahun, bahkan mungkin setiap bulan berita ini tanpa henti menghiasi berita" yang ada.kalau mencintai seseorang dikarenakan materinya, lebih baik anda menikah saja dengan materi tersebut. Tapi apakah anda yakin nantinya akan bahagia walaupun berlimpahkan materi tanpa adanya kasih sayang? 


Disekitar kita pun terlihat demikian. sunggih miris...Materi oh materi, ternyata kau bisa buat orang bahagia juga bisa buat orang sengsara
Aku pun mengalami hal yang sama..Mentang" aku tidak punya materi berlimpah, dipandang sebelah mata? Apa apaan itu?Bukannya kita semua sama dimata Allah SWT ?Lalu? apakah kita bangga apabila memamerkan materi yang bukan milik kita? iya?
Misalnya punya Handphone canggih, namun bukan hasil jerih payah sendiri, atau punya kendaraan tapi bukan hasil jerih payah sendiri? Bangga gitu?
Maaf bukan berarti mengejek, namun ini fakta. Terlihat jelas disekitar kita, bahwa materi telah mengalahkan harga diri.
Bukankah hidup didalam kesederhanaan itu jelek? hina? atau sebuah kriminalitas?
Justru kita akan tau arti hidup ini melalui kesederhanaan itu.

Terserahlah kalau misalnya memang pada tidak setuju dengan pendapatku.Namun aq tegaskan bahwa lebih baik hidup sederhana, ga berlimpah harta, namun masih punya harga diri juga ada kehangatan juga kasih sayang dari orang-orang terdekat  dibandingkan hidup mewah, berlimpah harta namun harga diri menjadi sebuah sampah yang tidak berguna juga tidak ada kehangatan kasih sayang dari orang-orang terdekat.

0 Response to "Ketika Materi Mengalahkan Harga Diri"

Posting Komentar