Agrica Part 1 : Proses
By Rizki Hardi , Rabu, 15 April 2015 11:38:00 AM
Akhirnya pada hari ini, 15 April 2015, kontribusi saya di kepengurusan Agrica periode 2014 - 2015 mencapai puncaknya. Dibacakannya laporan pertanggungjawaban yang selama satu periode kepengurusan dilakukan, dan tidak terlepas pula dari suka dan duka selama berjalannya satu periode kepengurusan tersebut.
Sebenarnya ini adalah kepengurusan saya yang pertama, dan terakhir di Agrica. Mari sedikit flashback ke belakang, dimana saya pertama kali dilantik sekitar bulan Mei 2012 (kalau tidak salah) dan saya disitu mulai berproses di LPM Agrica.
Terus terang saja, selama saya berproses di LPM Agrica, mungkin saya yang paling bodoh, tidak memiliki skill yang mumpuni di bidang apapun, walaupun memang pada awalnya semua teman-teman saya pun seperti itu. Pada saat itu, saya berusaha untuk bisa berproses dan loyal di Agrica dengan harapan diri ini bisa berkembang lebih baik lagi.
Masuk kepengurusan mungkin salah satu target para anggota baru pada umumnya. Ya, siapa yang tidak ingin mempunyai jabatan di suatu organisasi di kampus. Saya pun merasakan hal yang seperti itu, dengan harapan pula ini adalah awalan saya dalam mengembangkan diri saya sendiri menuju kearah yang lebih baik lagi. Serangkaian musang (musyawarah anggota) saya ikuti dengan seksama, bagaimana suasana musang yang baru pertama kali saya ikuti, bagaimana para anggota melontarkan komentar - komentar yang (terkadang) pedas dan menusuk. Sayangnya, saya tidak mengikuti musang pertama saya pada bagian pemaparan laporan pertanggungjawaban secara penuh, karena sakit (emang bukan rejekinya kali ya).
Setelah saya sembuh, ternyata LPJ yang telah dilaporkan telah mencapai kata kesepakatan oleh anggota, bahwa LPJ tersebut Ditolak! Sungguh saya awalnya merasa kurang begitu memahami kenapa bisa LPJnya ditolak, dan pada waktu itu saya pun kurang begitu penasaran mengenai hal-hal yang saya harus tau kenapa bisa ditolak. Tapi, yang saya pahami adalah bahwa LPJ ditolak dikarenakan dari Pimpinan Umum (pada saat itu Arif Ardiawan) meninggalkan posnya untuk melakukan penelitian selama lebih dari 3 bulan lamanya. Menurut aturan yang ada, kalau misalkan mengalami hal seperti itu, tentunya perlu ada suatu tindakan (waktu itu memang kurang kepo dari saya sendiri, makanya sekarang lupa).
Ganti kepengurusan, dengan terpilihnya Wibowo Wahyu Santoso sebagai Pemimpin Umum. Pada waktu itu, mas Bowo (panggilan akrab) mulai membuka open recruitment pengurus LPM Agrica periode 2012 - 2013. Namun saya kurang beruntung, karena saat itu saya ketinggalan informasi dan posisinya tidak berada di Purwokerto. Fatalnya, saya tidak tahu kalau oprec dapat dilakukan lewat pesan singkat atau SMS. Disitu kadang saya merasa sedih dan menyesal ketika mengingat itu semua, gagal untuk bisa mengikuti oprec kepengurusan Agrica. Namun, disitulah tantangan yang sebenarnya dari apa yang harusnya saya hadapi di organisasi ini.
Dikala teman - teman yang lain sibuk dengan tanggung jawab barunya sebagai salah satu bagian pengurus, saya dan beberapa teman sesama angkatan 2011 tetap berproses di Agrica yang tentunya belum mengemban tanggung jawab yang lebih dengan berpartisipasi menjadi reporter berita - berita produk Agrica.
Berbagai hujan badai yang menerpa diri ini, membuat sedikit goyah, semangat perlahan mulai turun dan menyebabkan terkadang (bahkan sering) saya lari dari proses yang telah disediakan di Agrica. Alhasil, diantara teman-teman saya yang lain, saya termasuk salah satu orang yang tidak punya sikap kritis, dan pada saat itu saya merasa itu baik-baik saja.
Masuk musang yang kedua, kali ini saya berhasil mengikuti musang sampai akhir. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2012 - 2013 berakhir dengan ending Diterima! Sungguh moment yang sangat menguras emosi pada saat itu, terlihat para pengurus menitikkan air mata dan bersyukur dengan apa yang menjadi pencapaian mereka.
Ganti lagi kepengurusan, dengan terpilihnya Rangga Gupita Sakti sebagai Pemimpin Umum periode 2013 - 2014. Sekali lagi diadakan oprec, dan saya ikut berpartisipasi untuk bisa menjadi salah satu bagian dari pengurus. Walaupun saya mengikuti oprec, ternyata saya masih kurang beruntung. Alhasil, kembalilah saya menjadi reporter biasa. Tapi saya merasa ada yang salah dengan hal tersebut, karena para pengurus yang telah punya pengalaman (terutama angkatan 2011) ada yang memutuskan untuk tidak melanjutkan. Waktu itu juga saya merasa cuek saja, yaaa ada sih rasa sedikit kesal kenapa saya tidak menjadi salah satu pengurus periode mas Rangga. Tapi, saya berusaha mengambil sisi positifnya dengan tetap berproses di Agrica.
Selama proses pada kepengurusan ini, saya merasa mengalami banyak kemunduran, mulai dari kurangnya intensitas hadir RDR, sampai peran serta membuat produk Agrica, seperti @gromedia dan Faperta News, sungguh disayangkan memang, tapi pada waktu itu saya cuek saja.
Hasilnya? saya semakin tertinggal jauh oleh teman-teman saya yang seangkatan, terlebih mereka yang masuk kepengurusan. Disitu saya pun merasa pasrah dengan apa yang nantinya akan saya dapatkan. Jelas saja, selama itu pun saya tidak pernah bisa mengungkapkan suatu pendapat apapun dan saya hanya lebih banyak diam, saya pun kurang mendapatkan proses tersebut.
Kembali melakukan musang, dan kali ini saya kembali tidak mengikuti secara full laporan pertanggungjawaban pemimpin umum. Pada waktu itu saya sedang fokus mengurusi usulan praktik kerja lapangan. Saya sering sekali diajak teman seangkatan untuk ikut musang, namun saya selalu menolak dengan berbagai macam alasan.
Singkat cerita, ketika setelah praktikum mata kuliah Kontrol Otomatik, saya diajak Subhekti (panggilan akrab, Bekti) untuk mengikuti musang. Tapi ternyata dia memberitahu saya bahwa untuk laporan pertanggungjawaban telah selesai dan hasil keputusannya adalah Ditolak! dengan alasan bahwa pemimpin umum fungsinya tidak ada, walaupun bawahannya tetap berjalan baik. Serta kalau tidak salah telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Memilukan memang, tapi itulah yang terbaik. Saya pada waktu itu sedikit merasa kecewa namun ternetralisir karena pikiran positif saya yang beranggapan bahwa saya harus mendengar kata diterima dan (banyak) ditolak, sebelum kamu siap menjadi pengurus.
Oke, singkat cerita lagi... kepengurusan berganti, dan kali ini giliran angkatan 2011 ambil bagian dalam sistem kepengurusan. Terpilihlah rekan saya Aulia Intan Pratiwi sebagai Pemimpin Umum periode 2014 - 2015. Kali ini saya tidak terlalu mengharapkan menjadi pengurus, mengingat 2 kali pengalaman gagal masuk kepengurusan, dan saya hanya berharap masih bisa memperbaiki untuk bisa berproses secara optimal di Agrica sendiri. Tapi suatu ketika, saya diminta bantuannya oleh teman - teman 2011 (termasuk Intan dan Bekti) untuk bergabung dalam kepengurusan, bagian sub divisi Penelitian, yang berada di bawah naungan Divisi Penelitian dan Pengembangan. Saya sangat merasa terhormat bisa dibutuhkan oleh teman - teman, namun disisi lain ada beban yang tidak dapat saya pungkiri, yaitu beban moral dalam mengemban suatu tanggung jawab (yah walaupun saya hanya sebagai staff, tapi tetap saja).
Selama itu, pasang surut semangat mempengaruhi kontribusi saya dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Saya pun sempat beberapa kali merasa kecewa, karena dari beberapa orang angkatan 2011, mungkin hanya saya yang tidak ada di jabatan tertinggi, tapi saya tetap berpikir positif dengan terus berjalan beriringan dengan 5 teman saya yang berada di posisi sangat bertanggungjawab (Intan, Aziz, Bekti, Christy, dan Mardi).
Saya merasa masih kurang optimal dalam berkontribusi, terutama ketika teman saya berpikir demi perkembangan Agrica, saya tidak dapat memberikan sumbangsih berupa pemikiran untuk membantu mereka. Ya saya akui memang saya yang paling lemah dalam hal ini, terlihat dari seringnya angkatan 2011 berkumpul membahas regenerasi Agrica kedepannya, saya yang paling banyak diam dan hanya mendengarkan, karena sikap saya yang terlalu cuek. Tapi saya berpikir lagi, jika saya tidak bisa memberikan sumbangsih berupa pemikiran, setidaknya saya bisa memberikan sumbangsih berupa aksi dan melaksanakan tanggung jawab dengan benar dan ikhlas.
Pemikiran saya tidak meleset, dengan pernyataan diterimanya LPJ Kepengurusan periode 2014 - 2015, merupakan buah manis dari apa yang kami lakukan. Terus terang saja, saya berpikir semuanya mungkin gagal, tapi saya berusaha untuk ikhlas dengan hasil keputusan apapun yang nantinya diberikan.
Pelajaran yang saya dapat, mungkin saya tidak bisa memberikan sebuah pemikiran yang matang karena kekurangan saya, tapi setidaknya saya berusaha untuk membantu teman-teman saya dengan berkontribusi seoptimal mungkin.
Periode kepengurusan telah berakhir, dan periode ini adalah periode pertama serta terakhir saya dalam kepengurusan Agrica. Saya tidak menyesal, karena tidak ada kata terlambat dalam belajar.
Semoga adik - adik dibawah saya dan teman - teman 2011 dapat lebih baik lagi dalam berkontribusi dan mengembangkan organisasi ini, dan yang bisa yang saya lakukan untuk kesempatan kali ini adalah dengan memasang telinga untuk adik-adik saya serta membantu semampunya.
Rizki Hardi
Rabu, 15 April 2015
Demisioner Sub Divisi Penelitian
Divisi Penelitian dan Pengembangan
LPM Agrica, angkatan 2011
Sebenarnya ini adalah kepengurusan saya yang pertama, dan terakhir di Agrica. Mari sedikit flashback ke belakang, dimana saya pertama kali dilantik sekitar bulan Mei 2012 (kalau tidak salah) dan saya disitu mulai berproses di LPM Agrica.
Terus terang saja, selama saya berproses di LPM Agrica, mungkin saya yang paling bodoh, tidak memiliki skill yang mumpuni di bidang apapun, walaupun memang pada awalnya semua teman-teman saya pun seperti itu. Pada saat itu, saya berusaha untuk bisa berproses dan loyal di Agrica dengan harapan diri ini bisa berkembang lebih baik lagi.
Masuk kepengurusan mungkin salah satu target para anggota baru pada umumnya. Ya, siapa yang tidak ingin mempunyai jabatan di suatu organisasi di kampus. Saya pun merasakan hal yang seperti itu, dengan harapan pula ini adalah awalan saya dalam mengembangkan diri saya sendiri menuju kearah yang lebih baik lagi. Serangkaian musang (musyawarah anggota) saya ikuti dengan seksama, bagaimana suasana musang yang baru pertama kali saya ikuti, bagaimana para anggota melontarkan komentar - komentar yang (terkadang) pedas dan menusuk. Sayangnya, saya tidak mengikuti musang pertama saya pada bagian pemaparan laporan pertanggungjawaban secara penuh, karena sakit (emang bukan rejekinya kali ya).
Setelah saya sembuh, ternyata LPJ yang telah dilaporkan telah mencapai kata kesepakatan oleh anggota, bahwa LPJ tersebut Ditolak! Sungguh saya awalnya merasa kurang begitu memahami kenapa bisa LPJnya ditolak, dan pada waktu itu saya pun kurang begitu penasaran mengenai hal-hal yang saya harus tau kenapa bisa ditolak. Tapi, yang saya pahami adalah bahwa LPJ ditolak dikarenakan dari Pimpinan Umum (pada saat itu Arif Ardiawan) meninggalkan posnya untuk melakukan penelitian selama lebih dari 3 bulan lamanya. Menurut aturan yang ada, kalau misalkan mengalami hal seperti itu, tentunya perlu ada suatu tindakan (waktu itu memang kurang kepo dari saya sendiri, makanya sekarang lupa).
Ganti kepengurusan, dengan terpilihnya Wibowo Wahyu Santoso sebagai Pemimpin Umum. Pada waktu itu, mas Bowo (panggilan akrab) mulai membuka open recruitment pengurus LPM Agrica periode 2012 - 2013. Namun saya kurang beruntung, karena saat itu saya ketinggalan informasi dan posisinya tidak berada di Purwokerto. Fatalnya, saya tidak tahu kalau oprec dapat dilakukan lewat pesan singkat atau SMS. Disitu kadang saya merasa sedih dan menyesal ketika mengingat itu semua, gagal untuk bisa mengikuti oprec kepengurusan Agrica. Namun, disitulah tantangan yang sebenarnya dari apa yang harusnya saya hadapi di organisasi ini.
Dikala teman - teman yang lain sibuk dengan tanggung jawab barunya sebagai salah satu bagian pengurus, saya dan beberapa teman sesama angkatan 2011 tetap berproses di Agrica yang tentunya belum mengemban tanggung jawab yang lebih dengan berpartisipasi menjadi reporter berita - berita produk Agrica.
Berbagai hujan badai yang menerpa diri ini, membuat sedikit goyah, semangat perlahan mulai turun dan menyebabkan terkadang (bahkan sering) saya lari dari proses yang telah disediakan di Agrica. Alhasil, diantara teman-teman saya yang lain, saya termasuk salah satu orang yang tidak punya sikap kritis, dan pada saat itu saya merasa itu baik-baik saja.
Masuk musang yang kedua, kali ini saya berhasil mengikuti musang sampai akhir. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2012 - 2013 berakhir dengan ending Diterima! Sungguh moment yang sangat menguras emosi pada saat itu, terlihat para pengurus menitikkan air mata dan bersyukur dengan apa yang menjadi pencapaian mereka.
Ganti lagi kepengurusan, dengan terpilihnya Rangga Gupita Sakti sebagai Pemimpin Umum periode 2013 - 2014. Sekali lagi diadakan oprec, dan saya ikut berpartisipasi untuk bisa menjadi salah satu bagian dari pengurus. Walaupun saya mengikuti oprec, ternyata saya masih kurang beruntung. Alhasil, kembalilah saya menjadi reporter biasa. Tapi saya merasa ada yang salah dengan hal tersebut, karena para pengurus yang telah punya pengalaman (terutama angkatan 2011) ada yang memutuskan untuk tidak melanjutkan. Waktu itu juga saya merasa cuek saja, yaaa ada sih rasa sedikit kesal kenapa saya tidak menjadi salah satu pengurus periode mas Rangga. Tapi, saya berusaha mengambil sisi positifnya dengan tetap berproses di Agrica.
Selama proses pada kepengurusan ini, saya merasa mengalami banyak kemunduran, mulai dari kurangnya intensitas hadir RDR, sampai peran serta membuat produk Agrica, seperti @gromedia dan Faperta News, sungguh disayangkan memang, tapi pada waktu itu saya cuek saja.
Hasilnya? saya semakin tertinggal jauh oleh teman-teman saya yang seangkatan, terlebih mereka yang masuk kepengurusan. Disitu saya pun merasa pasrah dengan apa yang nantinya akan saya dapatkan. Jelas saja, selama itu pun saya tidak pernah bisa mengungkapkan suatu pendapat apapun dan saya hanya lebih banyak diam, saya pun kurang mendapatkan proses tersebut.
Kembali melakukan musang, dan kali ini saya kembali tidak mengikuti secara full laporan pertanggungjawaban pemimpin umum. Pada waktu itu saya sedang fokus mengurusi usulan praktik kerja lapangan. Saya sering sekali diajak teman seangkatan untuk ikut musang, namun saya selalu menolak dengan berbagai macam alasan.
Singkat cerita, ketika setelah praktikum mata kuliah Kontrol Otomatik, saya diajak Subhekti (panggilan akrab, Bekti) untuk mengikuti musang. Tapi ternyata dia memberitahu saya bahwa untuk laporan pertanggungjawaban telah selesai dan hasil keputusannya adalah Ditolak! dengan alasan bahwa pemimpin umum fungsinya tidak ada, walaupun bawahannya tetap berjalan baik. Serta kalau tidak salah telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Memilukan memang, tapi itulah yang terbaik. Saya pada waktu itu sedikit merasa kecewa namun ternetralisir karena pikiran positif saya yang beranggapan bahwa saya harus mendengar kata diterima dan (banyak) ditolak, sebelum kamu siap menjadi pengurus.
Oke, singkat cerita lagi... kepengurusan berganti, dan kali ini giliran angkatan 2011 ambil bagian dalam sistem kepengurusan. Terpilihlah rekan saya Aulia Intan Pratiwi sebagai Pemimpin Umum periode 2014 - 2015. Kali ini saya tidak terlalu mengharapkan menjadi pengurus, mengingat 2 kali pengalaman gagal masuk kepengurusan, dan saya hanya berharap masih bisa memperbaiki untuk bisa berproses secara optimal di Agrica sendiri. Tapi suatu ketika, saya diminta bantuannya oleh teman - teman 2011 (termasuk Intan dan Bekti) untuk bergabung dalam kepengurusan, bagian sub divisi Penelitian, yang berada di bawah naungan Divisi Penelitian dan Pengembangan. Saya sangat merasa terhormat bisa dibutuhkan oleh teman - teman, namun disisi lain ada beban yang tidak dapat saya pungkiri, yaitu beban moral dalam mengemban suatu tanggung jawab (yah walaupun saya hanya sebagai staff, tapi tetap saja).
Selama itu, pasang surut semangat mempengaruhi kontribusi saya dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Saya pun sempat beberapa kali merasa kecewa, karena dari beberapa orang angkatan 2011, mungkin hanya saya yang tidak ada di jabatan tertinggi, tapi saya tetap berpikir positif dengan terus berjalan beriringan dengan 5 teman saya yang berada di posisi sangat bertanggungjawab (Intan, Aziz, Bekti, Christy, dan Mardi).
Saya merasa masih kurang optimal dalam berkontribusi, terutama ketika teman saya berpikir demi perkembangan Agrica, saya tidak dapat memberikan sumbangsih berupa pemikiran untuk membantu mereka. Ya saya akui memang saya yang paling lemah dalam hal ini, terlihat dari seringnya angkatan 2011 berkumpul membahas regenerasi Agrica kedepannya, saya yang paling banyak diam dan hanya mendengarkan, karena sikap saya yang terlalu cuek. Tapi saya berpikir lagi, jika saya tidak bisa memberikan sumbangsih berupa pemikiran, setidaknya saya bisa memberikan sumbangsih berupa aksi dan melaksanakan tanggung jawab dengan benar dan ikhlas.
Pemikiran saya tidak meleset, dengan pernyataan diterimanya LPJ Kepengurusan periode 2014 - 2015, merupakan buah manis dari apa yang kami lakukan. Terus terang saja, saya berpikir semuanya mungkin gagal, tapi saya berusaha untuk ikhlas dengan hasil keputusan apapun yang nantinya diberikan.
Pelajaran yang saya dapat, mungkin saya tidak bisa memberikan sebuah pemikiran yang matang karena kekurangan saya, tapi setidaknya saya berusaha untuk membantu teman-teman saya dengan berkontribusi seoptimal mungkin.
Periode kepengurusan telah berakhir, dan periode ini adalah periode pertama serta terakhir saya dalam kepengurusan Agrica. Saya tidak menyesal, karena tidak ada kata terlambat dalam belajar.
Semoga adik - adik dibawah saya dan teman - teman 2011 dapat lebih baik lagi dalam berkontribusi dan mengembangkan organisasi ini, dan yang bisa yang saya lakukan untuk kesempatan kali ini adalah dengan memasang telinga untuk adik-adik saya serta membantu semampunya.
Rizki Hardi
Rabu, 15 April 2015
Demisioner Sub Divisi Penelitian
Divisi Penelitian dan Pengembangan
LPM Agrica, angkatan 2011


Keceh massss tulisannya #terharu *thumbs up* amiin...